Perbandingan Kurs di Bank-Bank Besar, Ada yang Jual Dolar Hingga Rp18.300
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah semakin babak belur. Mata uang Garuda melemah hingga di atas level psikologis Rp18.000 lebih pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Berdasarkan harga telegrafic transfer (TT) counter kurs dolar yang dihimpun pada pukul 12.30 WIB, sejumlah bank nasional menjual dolar AS di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.300 per dolar AS.
Dari bank-bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tercatat menawarkan harga jual dolar AS paling rendah, yakni Rp18.193 per dolar AS.
Sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sama-sama mematok harga jual Rp18.230 per dolar AS.
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjual dolar AS di level Rp18.240 per dolar AS, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat harga jual tertinggi di antara bank-bank besar nasional, yakni Rp18.245 per dolar AS.
Sementara itu, PT Bank OCBC NISP Tbk menawarkan harga jual dolar AS yang jauh lebih tinggi dibandingkan bank-bank lainnya, yakni Rp18.393 per dolar AS.
Berikut perbandingan kurs jual dolar AS berdasarkan TT Counter:
BNI: Rp18.193
Mandiri: Rp18.230
BTN: Rp18.230
BCA: Rp18.240
BRI: Rp18.245
OCBC NISP: Rp18.393
Baca Juga: Makin Parah, Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.137,5 per Dolar AS
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Menkeu Gelontorkan Anggaran Rp8 Triliun untuk Intervensi SBN
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi menembus level Rp19.000 per dolar AS pada akhir Juni 2026. Pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026), rupiah dibuka melemah ke posisi Rp18.129 per dolar AS.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan proyeksi tersebut berdasarkan meningkatnya tekanan dari faktor global maupun domestik yang membayangi pasar keuangan Indonesia.
“Ada kemungkinan besar rupiah kalau saya lihat dari kondisi saat ini level Rp19.000.000 di akhir bulan ini kemungkinan akan tercapai,” kata Ibrahim kepada wartawan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: