Saat Trump Menelepon Netanyahu Minta Sabar dan Tahan Jangan Beri Balasan ke Iran
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Ketegangan di Timur Tengah memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Secara blak-blakan, Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan hujan rudal balistiknya ke wilayah Israel dan meminta kedua belah pihak menyudahi saling balas serangan.
Tak hanya memperingatkan Teheran, Trump juga menegaskan dirinya akan segera menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, demi mencegah terjadinya serangan balasan yang bisa memicu perang terbuka skala besar.
"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan memintanya agar tidak membalas. Keduanya telah menikmati momen menyenangkan mereka. Israel telah melancarkan serangannya, dan Iran juga sudah melancarkan serangannya. Kami tidak memerlukan serangan lainnya," ujar Trump dalam wawancara eksklusif bersama media AS, Axios, Minggu (7/6/2026).
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Ia mengeklaim bahwa Washington dan Teheran sebenarnya sudah berada di ambang kesepakatan damai yang bersejarah sebelum akhirnya Iran memutuskan untuk meluncurkan ratusan rudal balistiknya.
Trump menyayangkan momentum tersebut rusak akibat eskalasi militer terbaru yang terjadi pada hari Minggu kemarin.
Trump memproyeksikan kesepakatan damai seharusnya diteken pada Senin (8/6), Selasa (9/6), atau Rabu (10/6) pekan ini.
"Dan, sekarang hal ini (serangan ini) malah terjadi. Hal ini tentu saja tidak akan membantu proses perundingan," sesal Trump.
Meskipun situasi memanas, Trump tetap membuka pintu diplomasi dan meminta pemerintahan Iran untuk menahan diri serta tidak melanjutkan agresi militernya ke Tel Aviv.
"Apa yang akan saya sarankan kepada Iran: Anda telah menembakkan rudal Anda, sudah cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan," cetus Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: