Kredit Foto: CitraLand
Pasar properti residensial di Kota Cirebon menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi global dan kenaikan biaya konstruksi. Permintaan rumah dari keluarga muda dan kalangan profesional masih menopang pertumbuhan penjualan hunian sepanjang semester pertama 2026.
Indikasi tersebut tercermin dari capaian penjualan salah satu pengembang perumahan di Cirebon yang hingga Mei 2026 telah merealisasikan sekitar 45% target penjualan tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan sektor properti residensial di wilayah Cirebon masih mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ketika sejumlah sektor lain menghadapi perlambatan.
Project Manager CitraLand Cirebon, I Putu Dian Arie Wibawa, mengatakan permintaan hunian di Cirebon masih terjaga seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
“Pasar perumahan di Cirebon masih sangat baik, khususnya untuk kawasan yang menawarkan fasilitas lengkap, keamanan, konsep lingkungan yang baik, serta potensi kenaikan nilai properti di masa depan,” ujarnya di Cirebon, Senin (8/6/2026).
Menurut Putu, perkembangan kawasan penyangga Cirebon dan peningkatan konektivitas wilayah menjadi faktor yang ikut mendorong pertumbuhan pasar properti residensial. Perbaikan infrastruktur dinilai memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hunian baru sekaligus meningkatkan daya tarik investasi properti.
Ia menyebut sejumlah tipe rumah masih menjadi incaran konsumen sepanjang tahun ini, terutama segmen keluarga muda yang mencari hunian dengan harga menengah dan akses yang terintegrasi dengan fasilitas penunjang.
Di tengah kenaikan harga material bangunan dan ketidakpastian ekonomi global, Putu menilai sektor properti masih memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat karena rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kebutuhan rumah tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga pasar properti relatif lebih tahan banting,” katanya.
Baca Juga: Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun
Baca Juga: Andalkan Rumah Second, Pasar Properti Dinilai Masih Bergairah Tahun ini
Baca Juga: Perkuat Momentum Pertumbuhan Properti, LPCK Rombak Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi
Untuk menjaga pertumbuhan penjualan, pengembang menerapkan strategi penyesuaian produk sesuai kebutuhan pasar, menjaga kualitas pembangunan, serta menawarkan skema pembayaran yang dinilai lebih fleksibel bagi konsumen.
Selain segmen hunian, aktivitas di sektor properti komersial juga menunjukkan perkembangan positif. Meningkatnya aktivitas perdagangan, kuliner, dan jasa di wilayah Cirebon mendorong kebutuhan ruang usaha di lokasi yang memiliki basis konsumen yang berkembang.
Marketing Manager CitraLand Cirebon, Agustino Sasongko, mengatakan permintaan terhadap produk rumah toko (ruko) masih cukup tinggi seiring bertambahnya aktivitas ekonomi di kawasan perumahan terpadu.
“Calon customer masih banyak menanyakan ketersediaan ruko satu hingga dua lantai,” ujarnya.
Menurut Agustino, sebagian besar pembeli properti di Cirebon saat ini masih berasal dari kelompok pengguna akhir (end user), terutama keluarga muda dan kalangan profesional. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan yang terjadi masih ditopang kebutuhan riil masyarakat, bukan semata-mata aktivitas spekulatif.
Pelaku industri menilai prospek pasar properti Cirebon masih didukung sejumlah faktor fundamental, antara lain pertumbuhan kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur, serta kebutuhan hunian modern yang terus meningkat.
“Cirebon memiliki potensi pertumbuhan besar karena kebutuhan hunian modern masih tinggi dan perkembangan kawasannya terus berjalan,” kata Agustino.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri