- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
RUPST Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun, Buyback Rp4 Triliun Hingga Perombakan Pengurus
Kredit Foto: Telkom
Perseroan menjelaskan laba bersih terpengaruh percepatan depresiasi aset sebagai bagian dari agenda total governance reset. Namun, dampak tersebut bersifat non-tunai sehingga tidak memengaruhi kekuatan arus kas operasional perusahaan.
Sepanjang tahun lalu, Telkom juga melanjutkan program perampingan portofolio bisnis melalui divestasi sejumlah aset noninti. Salah satu transaksi yang telah diselesaikan adalah pelepasan AdMedika Group pada 2 Juni 2026.
Di sisi lain, perseroan tengah menjalankan monetisasi aset infrastruktur melalui pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2026. Telkom juga membuka kembali peluang kemitraan strategis pada bisnis pusat data (data center).
Baca Juga: Dari Cloud hingga AI, Telkom Gaspol Bangun Kedaulatan Digital Indonesia
Baca Juga: Telkom Tegaskan Kasus Silmy Karim Tak Berkaitan dengan Tugas Komisaris
Selain itu, perusahaan mulai mengimplementasikan model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.
"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," kata Dian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: