Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tanpa Alasan Jelas, Amerika Serikat Tolak Berikan Visa ke Wasit Piala Dunia 2026

Tanpa Alasan Jelas, Amerika Serikat Tolak Berikan Visa ke Wasit Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kontroversi visa kembali membayangi Piala Dunia 2026. Kali ini bukan pemain atau suporter yang terdampak, melainkan seorang wasit yang seharusnya bertugas di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang akan menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia, dipastikan gagal tampil setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Dipaksa Pulang-Pergi Sehari, Timnas Iran Dibikin 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026

Artan sebelumnya masuk dalam daftar 52 wasit yang ditunjuk FIFA untuk bertugas pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun saat tiba di Bandara Internasional Miami, ia ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat dan kemudian dipulangkan. Hingga kini, tidak ada alasan resmi yang disampaikan terkait keputusan tersebut.

Padahal, menurut pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, Artan melakukan perjalanan dengan dokumen yang sah dan lengkap.

Bahkan Kedutaan Besar Somalia di Nairobi menyebut Artan telah dibekali paspor diplomatik untuk mempermudah proses perjalanan setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kendala visa.

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan selama Piala Dunia berlangsung.

"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa ofisial pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan bertugas di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat," demikian pernyataan FIFA, dikutip Selasa (9/6).

Kasus ini menjadi sorotan karena Artan merupakan salah satu wasit terbaik Afrika. Ia bahkan dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada 2025.

Artan telah menjadi wasit FIFA sejak 2018 dan pernah bertugas di berbagai turnamen besar termasuk Piala Afrika.

Penolakan terhadap dirinya juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen global, terutama karena Somalia termasuk negara yang terdampak kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: 'Masalahnya Dimana?' Sony Sonjaya Klaim Tak Langgar Aturan Meski Orang Terdekatnya Punya Dapur MBG

Hingga kini, Federasi Sepak Bola Somalia masih meminta penjelasan resmi dari FIFA maupun pihak Amerika Serikat terkait alasan di balik penolakan tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar