Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Tidak Dapat Diterima,' Amerika Akhirnya Ungkap Alasan Tolak Visa Wasit Piala Dunia 2026

'Tidak Dapat Diterima,' Amerika Akhirnya Ungkap Alasan Tolak Visa Wasit Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya memberikan penjelasan terkait keputusan menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu pengadil lapangan pada Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut membuat Artan gagal mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di putaran final Piala Dunia.

Baca Juga: 'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran

Dikutip dari CNN, Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan Artan ditolak masuk setelah menjalani pemeriksaan tambahan setibanya di Bandara Internasional Miami usai terbang dari Istanbul, Turki.

Menurut juru bicara CBP, pemeriksaan tambahan merupakan prosedur rutin yang dilakukan ketika petugas perlu melakukan verifikasi informasi lebih lanjut atau menentukan kelayakan seseorang untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Namun setelah proses tersebut dilakukan, pemerintah AS memutuskan bahwa Artan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke negara itu.

"Setelah pemeriksaan, pelancong tersebut, yang merupakan wasit Piala Dunia FIFA, dinyatakan tidak dapat diterima karena adanya kekhawatiran dalam proses pemeriksaan keamanan (vetting concerns) dan ditolak masuk," kata Juru Bicara CBP, dikutip Selasa (9/6).

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat tidak menjelaskan secara rinci bentuk kekhawatiran yang menjadi dasar penolakan tersebut.

Kasus Artan terjadi di tengah kebijakan imigrasi ketat yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Somalia sendiri termasuk dalam daftar puluhan negara yang berada di bawah pembatasan perjalanan atau pengawasan khusus dari pemerintah AS. Karena status tersebut, warga negara Somalia umumnya menjalani proses pemeriksaan yang lebih ketat dibanding pemegang paspor dari negara lain.

Artan merupakan salah satu wasit terbaik Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Ia dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 dan terpilih oleh Confederation of African Football untuk bertugas pada Piala Dunia 2026.

Namun keputusan otoritas imigrasi Amerika membuat kesempatan tersebut sirna.

Sementara itu, FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan dalam urusan pemberian visa maupun proses imigrasi negara tuan rumah. Menurut FIFA, keputusan akhir mengenai siapa yang boleh masuk ke suatu negara sepenuhnya berada di tangan pemerintah negara penyelenggara.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk pemberian visa, dan telah diberi tahu bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini," demikian pernyataan FIFA.

Kasus Artan bukan satu-satunya persoalan yang muncul menjelang Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Timnas Iran juga menghadapi berbagai kendala terkait izin masuk ke Amerika Serikat di tengah ketegangan politik antara Washington dan Teheran.

Federasi Sepak Bola Iran mengeluhkan proses visa yang terlambat, sementara sejumlah anggota staf, personel media, dan pejabat tim dilaporkan belum memperoleh izin masuk hingga mendekati jadwal turnamen.

Baca Juga: Ujungnya Prabowo Ikut Terkejut, Ternyata Pernah Ada Arahan di Ombudsman agar Tak Awasi Program MBG

Rangkaian kasus tersebut memunculkan sorotan terhadap kebijakan visa Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026, terutama karena turnamen tersebut digelar dengan melibatkan peserta, ofisial, dan perangkat pertandingan dari berbagai negara di dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar