Klaim Ekonomi Tetap Solid, Purbaya Sebut Pertumbuhan Triwulan I Capai 5,61 Persen
Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim fundamental ekonomi Indonesia tetap solid atau kuat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah krisis geopolitik dunia dan melemahnya kurs rupiah.
Purbaya juga turut membanggakan capaian pertumbuhan ekonomi domestik saat ini. Capaian positif tersebut berhasil diraih pada tiga bulan pertama tahun ini.
“Pada triwulan pertama tahun 2026, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen year-on-year yang merupakan pertumbuhan triwulan satu tertinggi sejak tahun 2014,“ kata Purbaya dalam Rapat Kerja Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kinerja bagus tersebut dikonfirmasi berkat dukungan dari angka inflasi yang terkendali.
Inflasi nasional dilaporkan berada di level 3,08 persen pada bulan Mei 2026. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga tingkat daya beli masyarakat.
“Kondisi tersebut juga ditopang oleh likuiditas perekonomian domestik yang tetap memadai sehingga memberikan ruang yang cukup bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit guna mendukung aktivitas perekonomian,” ujar Purbaya. Dirinya juga mengklaim surplus neraca perdagangan berlanjut secara berturut-turut hingga April 2026.
Kinerja pada sektor manufaktur nasional saat ini juga memperlihatkan adanya perbaikan. Aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang membaik pada triwulan kedua ini.
Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa konsumen masih optimistis untuk melakukan aktivitas konsumsi. Hal tersebut tercermin dari aktivitas belanja melalui Mandiri Spending Index dan Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia.
Positifnya aktivitas ekonomi masyarakat juga tercermin dari angka penjualan sejumlah sektor penting. Sektor tersebut meliputi angka penjualan kendaraan, listrik, hingga semen domestik.
“Penjualan listrik tumbuh signifikan untuk semua aktivitas, baik rumah tangga, bisnis, maupun industri. Penjualan semen mengindikasikan tetap kuatnya aktivitas pembangunan dan berjalannya berbagai prorgram pemerintah,” kata Purbaya. Kinerja manufaktur mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan pada bulan April lalu.
Baca Juga: Begini Jawaban Chatib Basri Saat Ditanya Kemungkinan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Purbaya mengklaim kinerja ekonomi Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dalam perspektif global. Pertumbuhan ekonomi nasional berada pada level tinggi dan didukung oleh inflasi yang terjaga rendah dibandingkan negara G-20.
“Demikian dengan kinerja fiskal Indonesia. Defisit dan rasio utang terhadap PDB Indonesia berada pada level yang prudent dan manageable dibandingkan dengan negara G-20 dan negara peers," ujar dia. Hal itu dinilai menunjukkan bahwa stabilitas fiskal Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: