Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjelaskan alasan belum dipublikasikannya laporan keuangan lembaga tersebut setelah setahun diluncurkan pada 24 Februari 2025.
Danantara menyebut proses penyusunan laporan keuangan masih menghadapi kompleksitas yang tinggi sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh pelaporan memenuhi standar tata kelola dan transparansi yang berlaku.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan sorotan publik terkait keterbukaan informasi, termasuk laporan keuangan, menjadi perhatian utama manajemen.
“Saya memahami berbagai sorotan, masukan, tuntutan dari masyarakat terkait laporan keuangan dan transparansi. Pada prinsipnya saya sangat setuju. Itu pula yang selama ini jadi prioritas kami di Danantara Indonesia: tata kelola dan transparansi,” kata Pandu dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, dikutip Selasa (9/6/20260.
Menurut Pandu, proses penyusunan laporan keuangan Danantara tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena harus memperhatikan aspek tata kelola dan kepatuhan terhadap standar pelaporan yang berlaku.
Ia menegaskan transparansi tidak hanya soal kecepatan publikasi laporan keuangan, tetapi juga memastikan laporan yang diterbitkan memiliki kualitas dan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Dasco Minta Danantara Hingga Taspen Lakukan Buyback Saham Bank BUMN Usai Anjlok Lebih dari 20%
Baca Juga: Danantara Belum RIlis Laporan Keuangan, Ini Alasannya!
“Begitu pun dalam hal laporan keuangan, transparansi wajib dibarengi tata kelola yang baik. Sehingga nantinya laporan keuangan Danantara Indonesia tidak sekadar selesai, tapi selesai dengan baik dan benar. Sesuai dengan aturan, mekanisme, dan standar pelaporan keuangan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan kompleksitas penyusunan laporan keuangan yang saat ini masih berlangsung.
Meski belum mengungkapkan jadwal pasti publikasi laporan keuangan, Danantara menegaskan penyelesaian laporan tetap menjadi bagian dari agenda prioritas lembaga tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: