Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perjalanan Panjang Destry Damayanti, Kini Jadi Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

Perjalanan Panjang Destry Damayanti, Kini Jadi Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif untuk menggantikan Perry Warjiyo. Nama Destry diajukan ke DPR bersama sejumlah usulan lain untuk mengisi posisi pimpinan di bank sentral.

Usulan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjang Destry di sektor ekonomi dan moneter Indonesia. Sebelum menjadi satu-satunya nama yang diajukan untuk memimpin BI, perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 itu telah meniti karier di dunia akademik, sektor perbankan, BUMN, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga bank sentral.

Posisi Gubernur BI menjadi kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Destry yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.

Kini, Prabowo memutuskan mengusulkan Destry sebagai calon definitif untuk menduduki jabatan tertinggi di bank sentral. Pemerintah pun telah menyerahkan Surat Presiden atau Surpres terkait pengajuan tersebut kepada DPR.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo hanya mengusulkan satu nama untuk posisi Gubernur BI. Nama tersebut adalah Destry Damayanti yang selama ini telah lama berkecimpung di lingkungan bank sentral.

"Hari ini atas petunjuk presiden secara resmi kami diutus dan ditugaskan untuk serahkan beberapa surpres ke DPR. Kami serahkan beberapa surpres, pertama mengenai calon definitif Gubernur BI, beserta calon pengganti Deputi Gubernur Senior dan untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya berkurang satu," ujar Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Perjalanan Destry di bidang ekonomi dimulai dari pendidikan. Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) sebelum melanjutkan pendidikan Master of Science di bidang Regional Science di Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Karier profesionalnya kemudian berkembang di berbagai bidang. Berdasarkan riwayat yang tercantum di situs resmi BI, Destry pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 2000-2003.

Baca Juga: Bank Indonesia Buka Rekrutmen PCPM Angkatan 41, Ini Persyaratannya

Ia juga sempat berkiprah di dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006. Setelah itu, Destry melanjutkan perjalanan kariernya di sektor pasar keuangan dan perbankan.

Destry pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada periode 2005-2011. Pengalamannya di dunia ekonomi kemudian membawanya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Tak hanya di sektor perbankan, Destry juga pernah dipercaya masuk dalam jajaran Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015. Setelah itu, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan untuk periode 2015-2019.

Karier Destry di BI dimulai ketika ia diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Ia kemudian dilantik untuk menjalani masa jabatan periode 2019-2024 pada 7 Agustus 2019.

Destry kembali dipercaya menduduki posisi yang sama untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024. Ia kembali mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 7 Agustus 2024.

Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI. Kini, perjalanan kariernya di bank sentral berpeluang mencapai puncak setelah Prabowo resmi mengajukannya sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.

Pengajuan tersebut selanjutnya akan diproses DPR sesuai mekanisme yang berlaku. Jika mendapat persetujuan, Destry akan menjadi sosok yang memimpin BI setelah sebelumnya menghabiskan bertahun-tahun membangun pengalaman di sektor ekonomi, perbankan, lembaga penjaminan, hingga bank sentral.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama