Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Mestika Fokus Kembangkan MIND dan Bidik Ekspansi ke Wilayah Industri

Bank Mestika Fokus Kembangkan MIND dan Bidik Ekspansi ke Wilayah Industri Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Kinerja PT Bank Mestika Dharma Tbk tetap terjaga meski menghadapi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025.

Memasuki 2026, Bank Mestika memfokuskan strategi bisnis pada penguatan layanan digital melalui aplikasi mobile banking MIND serta ekspansi ke wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan industri dan manufaktur yang tinggi.

Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita, mengatakan perseroan saat ini memprioritaskan pengembangan digitalisasi layanan perbankan, salah satunya melalui peningkatan kualitas aplikasi MIND.

"MIND baru diluncurkan pada 2025. Dalam beberapa bulan terakhir, kami masih memantau hasil pencapaiannya," ujar Achmad dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, RUPS Luar Biasa, dan Paparan Publik PT Bank Mestika Dharma Tbk di Medan, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, MIND merupakan sistem digital yang memudahkan proses akuisisi nasabah baru karena pembukaan rekening dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang ke kantor cabang.

"Jika dilihat saat ini, masih banyak yang harus kami sempurnakan, terutama beberapa produk. Akan banyak hal yang kami lakukan untuk meningkatkan kemampuan MIND agar setara dengan bank-bank terbaik sehingga kami bisa bersaing," ujarnya.

Terkait rencana penambahan kantor di daerah lain, termasuk Semarang, Achmad mengatakan perseroan masih mencermati perkembangan ekonomi dan potensi bisnis di masing-masing wilayah.

"Kenapa kami membuka kantor di Semarang? Karena memiliki pelabuhan yang sangat baik untuk kegiatan ekspor. Upah minimum regionalnya juga lebih kompetitif dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Selain itu, daerah tersebut banyak menerima investasi dari perusahaan-perusahaan China," paparnya.

Ia menambahkan, sektor manufaktur di Sumatera Utara masih relatif terbatas dan didominasi industri berbasis kelapa sawit.

"Di Sumatera Utara, manufakturnya tidak terlalu banyak. Sementara pertumbuhan ekonomi di Semarang cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lain," katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mestika, Suharto Kurniawan, menyampaikan bahwa kinerja perseroan sepanjang 2025 tetap solid meski diwarnai berbagai ketegangan global.

Baca Juga: ​BI-Rate Naik Jadi 5,50%, Bank Mandiri Hati-Hati Sesuaikan Suku Bunga Kredit dan Simpanan

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp18.058 Usai Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

"Tahun 2025 cukup banyak ketegangan yang terjadi di dunia, termasuk yang berdampak pada Indonesia. Namun, secara fundamental, kinerja Bank Mestika pada 2025 sangat baik," ujarnya.

Menurut Suharto, pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, dan total aset menunjukkan tren yang positif. Dari sisi efisiensi, rasio biaya terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Mestika tercatat sebesar 69,40%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan. Selain itu, kualitas kredit juga tetap terjaga pada level yang sehat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri