Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Saya Kasih Hadiah,' Klarifikasi Dudung usai Namanya Terseret Isu Proyek Dapur MBG

'Saya Kasih Hadiah,' Klarifikasi Dudung usai Namanya Terseret Isu Proyek Dapur MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman membantah tegas kabar yang menyebut dirinya memiliki titik operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Merasa namanya terus dikaitkan dengan proyek tersebut, Dudung bahkan menantang publik untuk membuktikan tuduhan yang beredar.

Baca Juga: Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur," tegas Dudung, dikutip Kamis (11/6).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menegaskan dirinya tidak pernah memiliki maupun mengelola dapur MBG. Menurutnya, isu tersebut berkembang dari kesalahpahaman atas perannya yang hanya membantu mempertemukan pihak pesantren dengan Badan Gizi Nasional.

Dudung menjelaskan, beberapa bulan lalu sejumlah pengurus pondok pesantren meminta bantuannya untuk mendapatkan akses komunikasi dengan BGN karena ingin menjadi bagian dari program MBG.

Setelah permintaan tersebut disampaikan, ia kemudian mengenalkan perwakilan pesantren kepada Dadan Hindayana yang saat itu masih menjabat Kepala BGN.

Selanjutnya, proses komunikasi berlangsung langsung antara pihak pesantren dan staf BGN tanpa keterlibatan dirinya.

"Akhirnya silakanlah, mereka berhubungan. Mereka berhubungan, saya sudah tidak ngerti apa-apa," kata Dudung.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dapur yang direncanakan di pesantren tersebut bahkan belum terbangun. Karena itu, ia menilai tuduhan bahwa dirinya memiliki dapur MBG sama sekali tidak berdasar.

Dudung berharap klarifikasi tersebut dapat mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah sorotan terhadap pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis pasca mencuatnya kasus yang menjerat Dadan Hindayana.

Menurutnya, membantu menyambungkan komunikasi antara pesantren dan pemerintah tidak bisa diartikan sebagai keterlibatan dalam kepemilikan ataupun pengelolaan proyek MBG.

Baca Juga: Ujungnya Prabowo Ikut Terkejut, Ternyata Pernah Ada Arahan di Ombudsman agar Tak Awasi Program MBG

"Saya sudah tidak mengikuti lagi prosesnya. Jadi tidak ada sama sekali saya punya dapur," tegasnya kembali.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar