Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Cuma Minta Tolong ke Dadan,' Dudung Ungkap Awal Mula Dirinya Terseret Isu MBG

'Cuma Minta Tolong ke Dadan,' Dudung Ungkap Awal Mula Dirinya Terseret Isu MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman akhirnya mengungkap asal-usul isu yang menyeret namanya ke dalam polemik proyek Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dudung, kabar tersebut bermula dari upayanya membantu sebuah pondok pesantren menjalin komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) saat masih dipimpin Dadan Hindayana.

Dudung menegaskan dirinya tidak memiliki satu pun dapur MBG sebagaimana rumor yang beredar. Ia bahkan menantang siapa saja untuk membuktikan tuduhan tersebut.

Baca Juga: 'PHK dan Sembako Naik,' Dadan Hindayana Dicap Biang Kerok Hidup Rakyat Makin Berat Lewat Korupsi MBG

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur," kata Dudung, dikutip Kamis (11/6).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu kemudian menceritakan kronologi bagaimana namanya bisa dikait-kaitkan dengan proyek MBG.

Menurut Dudung, beberapa bulan lalu sejumlah pengurus pesantren mendatanginya untuk meminta bantuan. Mereka berharap pesantren yang memiliki ribuan santri dapat menjadi sasaran penerima manfaat program MBG.

Sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan kalangan pesantren, Dudung mencoba membantu dengan mempertemukan perwakilan pesantren tersebut kepada Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana.

"Saya dekat dengan pesantren. Ada pengurus pesantren yang menyampaikan bahwa ada program untuk pesantren sebagai sasaran penerima manfaat karena santrinya ada yang 4.000, ada yang 5.000," ujarnya.

Setelah komunikasi awal dilakukan, Dudung mengaku tidak lagi terlibat dalam proses lanjutan. Dadan saat itu hanya meminta stafnya untuk menghubungkan kedua pihak agar dapat berkomunikasi secara langsung.

"Akhirnya silakanlah mereka berhubungan, saya sudah tidak ngerti apa-apa," kata Dudung.

Namun dalam perjalanannya, rencana pembangunan dapur MBG di pesantren tersebut ternyata tidak pernah terealisasi. Meski demikian, keterlibatan Dudung pada tahap awal justru memunculkan spekulasi bahwa dirinya memiliki kepentingan dalam proyek dapur MBG.

Dudung menilai rumor itu muncul semata-mata karena dirinya yang pertama kali menyampaikan permintaan bantuan kepada Dadan Hindayana.

"Cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," ujarnya.

Baca Juga: Persulit Tim hingga Ofisial, Ini Respons Amerika Soal Aturan Kontroversial di Piala Dunia 2026

Pernyataan Dudung muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis setelah kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. Di tengah polemik tersebut, Dudung menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan bisnis maupun kepemilikan terhadap dapur MBG dan hanya berperan sebagai penghubung antara pesantren dengan BGN.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar