Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Salah dari 90-an,' Prabowo Tegaskan Ingin Koreksi Arah Gerak Bangsa Indonesia

'Salah dari 90-an,' Prabowo Tegaskan Ingin Koreksi Arah Gerak Bangsa Indonesia Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan mendasar yang membuat dirinya terus berjuang menjadi presiden meski harus menelan empat kali kekalahan dalam kontestasi politik nasional. Menurut Prabowo, tekadnya bukan didorong ambisi pribadi, melainkan keyakinan bahwa Indonesia telah berjalan ke arah yang keliru sejak dekade 1990-an.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan dirinya telah lama mengamati arah perjalanan bangsa dan menilai berbagai kebijakan yang berkembang sejak era 1990-an membuat Indonesia menjauh dari jalur yang semestinya.

Baca Juga: Amerika Tiba-tiba Hentikan Serangan ke Iran, Klaim 'Sudah Puas' Hancurkan Fasilitas dari Teheran

"Kenapa saya ingin jadi presiden, saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an, Indonesia menuju ke arah yang salah, saya sudah melihat," kata Prabowo, dikutip Kamis (11/6).

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, keinginannya menjadi presiden bukan semata-mata untuk memperoleh kekuasaan atau jabatan tertinggi di Indonesia. Ia mengaku memiliki misi yang lebih besar, yakni mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai cita-cita yang diyakininya benar.

"Saya bukan mau jadi presiden dan hanya untuk jadi presiden," tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa perjuangannya menuju kursi kepresidenan bukanlah perjalanan singkat. Ia telah mengikuti lima kali kontestasi pemilihan presiden sejak 2004.

Karier politiknya dimulai melalui Konvensi Partai Golkar pada 2004. Namun saat itu ia gagal menjadi kandidat utama setelah kalah dari Wiranto.

Pada Pilpres 2009, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan tersebut kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Lima tahun kemudian, Prabowo maju sebagai calon presiden bersama Hatta Rajasa, tetapi kembali kalah dari pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kekalahan serupa kembali dialaminya pada Pilpres 2019 saat berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Baru pada Pilpres 2024, Prabowo berhasil memenangkan pemilihan bersama Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: 'Mereka Takut Diganti,' Prabowo Disebut Kunci Terungkapnya Korupsi Dadan Hindayana di MBG

Bagi Prabowo, rangkaian kekalahan itu tidak membuatnya berhenti. Justru keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan perubahan arah menjadi alasan utama dirinya terus bertarung hingga akhirnya berhasil mencapai kursi kepresidenan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar