Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Tiba-tiba Hentikan Serangan ke Iran, Klaim 'Sudah Puas' Hancurkan Fasilitas dari Teheran

Amerika Tiba-tiba Hentikan Serangan ke Iran, Klaim 'Sudah Puas' Hancurkan Fasilitas dari Teheran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan singkat namun terukur terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz.

Dalam operasi yang berlangsung hanya beberapa jam, militer AS memusatkan serangan pada infrastruktur pertahanan utama Iran yang dinilai berperan dalam pengawasan dan pengamanan wilayah perairan strategis tersebut.

Baca Juga: Bisa Jadi Paling Buruk, Deret Kebijakan Amerika Serikat Rusak Momen Piala Dunia 2026

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa operasi militer telah selesai dilaksanakan dan seluruh target yang telah ditentukan berhasil dihantam menggunakan amunisi berpemandu presisi.

Menurut CENTCOM, jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang sejumlah fasilitas penting Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan.

Fasilitas-fasilitas tersebut selama ini menjadi bagian penting dari jaringan pertahanan Iran untuk memantau lalu lintas militer maupun kapal-kapal komersial yang melintas di salah satu jalur energi paling vital di dunia.

"Operasi ini merupakan respons proporsional terhadap serangan-serangan terbaru terhadap pasukan Amerika Serikat dan kapal-kapal komersial internasional yang berlayar di perairan kawasan," tulis CENTCOM di X, dikutip Rabu (10/6).

Militer AS menegaskan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi kemungkinan respons lanjutan dari Teheran.

Serangan tersebut dilakukan setelah Presiden Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Apache milik militer Amerika yang sedang melakukan patroli di Selat Hormuz.

Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa helikopter canggih tersebut ditembak jatuh saat menjalankan misi rutin. Meski kedua pilot berhasil selamat tanpa mengalami luka, Washington memutuskan tetap memberikan respons militer.

"Saya baru saja diberi tahu oleh militer kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache paling canggih milik Amerika Serikat," kata Trump.

Berbeda dengan operasi militer besar yang biasanya berlangsung berhari-hari, serangan kali ini dirancang sebagai operasi terbatas dengan sasaran yang sangat spesifik. Fokus utama Washington tampak bukan pada perluasan perang, melainkan melemahkan kemampuan pengawasan dan pertahanan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Kawasan tersebut memiliki arti strategis bagi perdagangan global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan keamanan di wilayah itu kerap memicu gejolak pasar energi internasional.

Baca Juga: 'Anak-anak Ambil Foto Saja Dimarahi', Dadan Hindayana Disebut Penyebab Publik Sulit Ikut Awasi MBG

Meski Amerika menyebut operasi tersebut telah selesai, serangan terhadap fasilitas-fasilitas penting Iran menandai babak baru ketegangan di Timur Tengah. Situasi kini menjadi sorotan dunia karena berpotensi memicu respons balasan dari Teheran dan memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan yang selama beberapa bulan terakhir sudah diliputi ketidakstabilan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: