Kredit Foto: Istimewa
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan keprihatinannya atas penolakan masuk yang dialami wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam konferensi pers di Mexico City, Infantino menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat disayangkan. Menurutnya, FIFA terus berupaya mencari jalan keluar melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait, meski organisasi sepak bola dunia itu tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan keputusan imigrasi yang diambil oleh pemerintah suatu negara.
"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan), wasit dari Somalia," kata Infantino dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan FIFA akan berdiskusi dan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, Infantino mengakui ada batas kewenangan yang dimiliki FIFA dalam menghadapi kebijakan suatu negara.
Kasus yang menimpa Artan menjadi sorotan karena ia merupakan salah satu wasit terbaik Afrika. Pada 2025, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menobatkannya sebagai Wasit Terbaik Afrika. Penunjukannya sebagai perangkat pertandingan Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadikannya wasit pertama asal Somalia yang memimpin laga di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Meski telah mengantongi visa Amerika Serikat yang masih berlaku dan dokumen perjalanan lengkap, Artan ditolak masuk setelah tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul. Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan bahwa wasit Somalia tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena adanya "vetting concerns" atau kekhawatiran yang muncul dalam proses pemeriksaan keamanan.
Artan mengaku telah menjalani pemeriksaan tambahan sebelum akhirnya keputusan penolakan dikeluarkan. Setelah itu, ia harus kembali ke Istanbul, Turki, yang menjadi titik keberangkatannya menuju Amerika Serikat.
Penolakan tersebut berkaitan dengan dugaan asosiasi dengan individu yang dicurigai memiliki hubungan dengan organisasi teroris. Namun, Artan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan seluruh dokumen yang dimilikinya telah memenuhi persyaratan perjalanan.
FIFA sendiri telah mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan dapat bertugas maupun mengikuti pelatihan perangkat pertandingan selama Piala Dunia 2026 karena keputusan imigrasi tersebut. Federasi menegaskan bahwa penentuan siapa yang dapat masuk ke negara tuan rumah sepenuhnya berada di tangan pemerintah setempat.
Baca Juga: FIFA 'Cuek' Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Masih Belum Jelas, Bahkan Belum dapat Visa
Somalia termasuk dalam daftar negara yang menghadapi larangan masuk penuh berdasarkan kebijakan terbaru yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari serangkaian aturan pembatasan perjalanan yang telah berkembang sejak 2015 dan diperluas dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Artan, sejumlah pihak lain yang terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk fotografer tim dan suporter dari beberapa negara, juga dilaporkan menghadapi kendala serupa dalam proses masuk ke Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: