Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Video Orang Tua Ngamuk-Ngamuk Anaknya Tergeser dari Sekolah Negeri, KDM: Itu Kesalahan Kami!

Viral Video Orang Tua Ngamuk-Ngamuk Anaknya Tergeser dari Sekolah Negeri, KDM: Itu Kesalahan Kami! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para orang tua murid terkait kendala proses pemetaan penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri.

Dedi menegaskan bahwa ketidakmampuan menampung seluruh calon siswa di sekolah negeri bukanlah kesalahan orang tua, melainkan keterbatasan pemerintah dalam memfasilitasi infrastruktur pendidikan.

Baca Juga: Soal Kecurangan SPMB 2026, Dedi Mulyadi Minta Warga Berani Laporkan

Pernyataan tersebut disampaikan merespons sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan penuh emosi dan marah-marah.

Pria tersebut meluapkan kekecewaannya setelah mendapati posisi anaknya tergeser dari pemetaan sekolah negeri dan mengalami penurunan peringkat akibat masuknya para pendaftar baru.

Kendati sempat terjadi ketegangan saat petugas meminta identitas anak dan sekolah tujuan untuk dibantu, yang kemudian ditolak oleh sang ayah yang memilih akan mencabut data, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pemerintah harus selalu siap menerima segala bentuk keluhan dan emosi warganya.

"Hari ini apabila banyak orang tua yang marah anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, itu bukan kesalahan orang tua. Tetapi kesalahan kami penyelenggara negara. Karena apa? Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat," ujar Dedi Mulyadi.

Menanggapi usulan masyarakat mengenai pengembalian sistem seleksi berbasis Nilai Ebtanas Murni (NEM) atau nilai ujian, Dedi mengaku sepakat secara pribadi.

Baca Juga: Respons Kasus Pesta Gay, Dedi Mulyadi Buka Opsi Barak Militer sebagai Solusi

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa seluruh regulasi kelulusan dan mekanisme penerimaan sekolah negeri telah diatur sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sebagai kepala daerah, Dedi menegaskan posisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya menyelaraskan dan mengikuti petunjuk teknis yang ditetapkan pusat. "Kalau diberikan kewenangan penuh, saya akan bikin sistem ini semudah-mudahnya," tambah Dedi.

Di akhir keterangannya, Gubernur Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap mendukung anak-anak agar tidak putus sekolah. Bagi calon siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri, ia mengarahkan untuk memanfaatkan jalur sekolah swasta.

Sebagai solusi konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan jaminan penuh berupa biaya pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di sekolah swasta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat