Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kejar TKDN Lebih Tinggi, Kemenperin Genjot Keterlibatan IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

Kejar TKDN Lebih Tinggi, Kemenperin Genjot Keterlibatan IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia dengan mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok nasional. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal di industri kendaraan listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembangunan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan investasi dari pelaku industri besar. Menurutnya, pelibatan IKM perlu diperluas agar manfaat pertumbuhan industri dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha dalam negeri.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan industri kendaraan listrik perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Sebagai implementasinya, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan pelaku IKM komponen otomotif melalui kegiatan temu bisnis. Program tersebut mencakup sektor kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Melalui forum itu, para pelaku IKM mendapat kesempatan memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang harus dipenuhi, hingga peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan perkembangan industri kendaraan listrik membuka peluang besar bagi IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.

“Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan,” kata Reni.

Baca Juga: Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5%

Prospek industri kendaraan listrik sendiri terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, hingga April 2026 populasi bus listrik telah mencapai 798 unit. Adapun populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman