Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Di sisi lain, Creative Media and Publishing Union (CMPU) menyatakan telah menerima pemberitahuan lebih awal dari Sea Limited terkait rencana penyesuaian tenaga kerja tersebut. Informasi itu memungkinkan serikat pekerja berkoordinasi dengan manajemen untuk memastikan proses PHK berlangsung adil dan karyawan menerima kompensasi yang sesuai.
Langkah efisiensi ini terjadi ketika Sea Limited semakin agresif memperluas pemanfaatan AI di berbagai lini bisnisnya, termasuk Shopee dan platform gim Garena.
Pada awal tahun ini, pendiri sekaligus CEO Sea Limited, Forrest Li, menyatakan perkembangan AI berpotensi membuka peluang pertumbuhan signifikan bagi perusahaan. Ia bahkan menyebut kapitalisasi pasar Sea berpotensi mencapai US$1 triliun apabila perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang dihadirkan teknologi tersebut secara optimal.
Shopee sendiri telah mengintegrasikan AI ke berbagai layanan, mulai dari sistem rekomendasi produk hingga fitur pendukung bagi penjual. Pada Februari lalu, Sea juga mengumumkan kerja sama dengan Google untuk memperluas adopsi AI di seluruh unit bisnisnya, termasuk pengembangan agen belanja berbasis AI.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah gelombang PHK terbaru tersebut berkaitan langsung dengan strategi investasi AI yang dijalankan perusahaan. Namun, langkah Shopee sejalan dengan tren industri teknologi global yang meningkatkan investasi AI sambil melakukan efisiensi dan restrukturisasi tenaga kerja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: