Kredit Foto: Dok. Panpel
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) industri untuk menghadapi perkembangan teknologi manufaktur dan persaingan global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik vokasi sekaligus menyiapkan talenta Indonesia untuk mengikuti ajang WorldSkills ASEAN 2027.
Upaya tersebut dilakukan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin yang menggandeng PT Festo menyelenggarakan Workshop Industry 4.0 Skills-1 secara daring pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi guru dan dosen di lingkungan pendidikan vokasi industri Kemenperin.
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, perkembangan digitalisasi, otomasi, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), hingga sistem manufaktur cerdas telah mengubah kebutuhan industri. Karena itu, lembaga pendidikan vokasi dituntut mampu menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi.
"BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global," ujar Doddy dikutip dari laman resmi Kemenperin, Jumat (12/6/2026).
Selain memperdalam pemahaman mengenai teknologi industri 4.0, workshop tersebut juga menjadi bagian dari proses penjaringan talenta yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Indonesia pada kompetisi WorldSkills ASEAN 2027 di bidang industri 4.0.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing sektor manufaktur nasional. Berdasarkan data triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 20,26 juta tenaga kerja.
Baca Juga: Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Industri dan Hilirisasi
Menurut Agus, penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan berbasis teknologi tinggi merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di tengah transformasi industri yang terus berkembang.
Di sisi lain, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari berharap para guru dan dosen yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses pembelajaran sekaligus menyeleksi siswa dan mahasiswa potensial untuk dipersiapkan sebagai wakil Indonesia pada WorldSkills ASEAN 2027.
Penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan vokasi di bawah pembinaan BPSDMI Kemenperin. Sepanjang 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin mencatat sebanyak 5.472 lulusan kompeten dengan tingkat keterserapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman