Gegara Ulah Amerika, Iran Menjadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Reuters
Tim nasional Iran mengklaim menjadi tim yang paling dirugikan dan tertindas selama gelaran Piala Dunia 2026. Pelatih Amir Ghalenoei secara terbuka menyebut perlakuan yang diterima skuadnya di Amerika Serikat (AS) membuat persiapan dan pemulihan tim terganggu.
Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei usai Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Los Angeles, Senin (15/6/2026) malam waktu setempat. Alih-alih mendapat waktu istirahat untuk pemulihan, skuad Iran justru diperintahkan untuk segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Meksiko.
Baca Juga: Peluru Nyasar hingga Bus Supporter Piala Dunia Dibakar, Fans Basket Amerika Ngamuk Rayakan Gelar NBA
"Mereka menunda kedatangan kami, sekarang mereka memaksa kami kembali lebih awal tanpa ada waktu untuk pemulihan," kata Ghalenoei, dikutip Rabu (17/6).
Menurutnya, pihak berwenang sebelumnya telah mengizinkan Iran menetap di AS hingga Selasa siang untuk kepentingan pemulihan fisik pemain. Namun, keputusan tersebut berubah secara mendadak tanpa penjelasan.
"Sejujurnya, saya sama sekali tidak tahu mengapa mereka tidak memberi tahu kami," ujarnya.
Ghalenoei menilai serangkaian kebijakan itu hanya menambah hambatan bagi timnya yang sejak awal telah menghadapi persoalan nonteknis.
"Itulah mengapa saya berpikir kami adalah tim paling tertindas di Piala Dunia," tegasnya.
Masalah yang dihadapi Iran sebenarnya telah muncul sebelum turnamen dimulai. Akibat hubungan diplomatik yang tegang antara Teheran dan Washington, beberapa staf pendukung tim sempat tidak memperoleh visa AS.
Dokumen perjalanan bagi para pemain pun baru diterbitkan pada menit-menit terakhir, sehingga memaksa staf teknis merangkap tugas manajerial.
Krisis visa tersebut juga membuat Iran harus memindahkan kamp pelatihan mereka secara mendadak dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.
Ironisnya, berbagai kendala itu terjadi hanya sehari setelah pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri operasi militer kedua negara di berbagai front konflik.
Meski demikian, Ghalenoei menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah.
Baca Juga: 'Trump Harus Kendalikan Netanyahu,' Israel Dituding Jadi Tantangan Besar Perdamaian Iran dan Amerika
"Mereka membuat situasi menjadi semakin sulit, menghadapkan kami dengan lebih banyak hambatan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk melakukan yang terbaik," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: