Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Gelontorkan Rp27,3 Triliun untuk Program Energi Rakyat, Listrik Desa Kebagian Dana Terbesar

Bahlil Gelontorkan Rp27,3 Triliun untuk Program Energi Rakyat, Listrik Desa Kebagian Dana Terbesar Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp10 triliun untuk memperluas akses listrik hingga ke berbagai wilayah yang belum terjangkau jaringan energi, setelah DPR menyetujui pagu indikatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp27,33 triliun untuk Tahun Anggaran 2027.

Porsi terbesar dari anggaran tersebut diarahkan ke program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari listrik desa, jaringan gas rumah tangga, hingga bantuan sambungan listrik bagi keluarga kurang mampu.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan mayoritas anggaran kementeriannya tidak akan digunakan untuk kebutuhan birokrasi maupun operasional internal.

Menurut Bahlil, sekitar 82 persen dari total pagu anggaran akan dialokasikan untuk berbagai program strategis yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Jadi, hanya 13 persen dari pagu anggaran Kementerian ESDM saja yang dipergunakan untuk operasional ESDM, karena semua anggaran yang ada kita fokuskan untuk menyentuh pada program-program yang ada di masyarakat," ujarnya.

Program listrik desa menjadi penerima alokasi terbesar dengan anggaran mencapai Rp9,746 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas akses listrik dan mendukung pemerataan energi di berbagai daerah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

Selain listrik desa, pemerintah juga mengalokasikan Rp5,21 triliun untuk pembangunan jaringan gas kota atau jargas.

Program ini disiapkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi rumah tangga.

Pemerintah juga melanjutkan pembangunan proyek strategis pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,95 triliun.

Proyek tersebut dirancang untuk menghubungkan wilayah yang memiliki surplus pasokan gas dengan daerah yang membutuhkan tambahan energi, sehingga distribusi gas nasional menjadi lebih efisien.

Di sektor bantuan sosial energi, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) mendapatkan alokasi Rp520 miliar.

Program itu ditujukan bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki akses sambungan listrik di rumah mereka.

Pemerintah juga tetap melanjutkan agenda transisi energi melalui sejumlah program berbasis listrik.

Untuk pengembangan motor listrik, Kementerian ESDM menyiapkan anggaran sebesar Rp635,2 miliar.

Sementara program kompor listrik memperoleh dukungan dana Rp815,6 miliar sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG.

Selain itu, pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan juga tetap berjalan.

Kementerian ESDM mengalokasikan Rp58,58 miliar untuk pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Penguatan jaringan distribusi gas di Pulau Jawa juga masuk dalam daftar prioritas pemerintah.

Pipa transmisi gas Semarang–Solo mendapat alokasi Rp702,38 miliar, sedangkan pipa transmisi gas Cirebon–Bandung memperoleh anggaran Rp577,56 miliar.

Baca Juga: Bahlil Bakal Luncurkan Biodiesel B50 Awal Juli 2026, Aman Saat Diuji di Bromo

Di sektor pertanian, pemerintah menyiapkan Rp158,5 miliar untuk program converter kit bagi petani guna mendukung penggunaan energi yang lebih efisien.

Bahlil menegaskan berbagai program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan manfaat APBN dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi tidak hanya bertujuan meningkatkan pasokan energi nasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama