- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bahlil Bakal Luncurkan Biodiesel B50 Awal Juli 2026, Aman Saat Diuji di Bromo
Kredit Foto: Istimewa
Bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel B50 dipastikan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis bahan baku domestik, khususnya minyak sawit.
Biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Komposisi tersebut meningkat dibandingkan program sebelumnya, yakni B40 yang terdiri atas 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.
Meski jadwal implementasi telah ditetapkan, pemerintah masih akan melakukan evaluasi akhir terhadap hasil uji coba sebelum penerapan penuh dilakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan hasil pengujian sementara menunjukkan perkembangan positif. Mayoritas parameter teknis yang diuji telah memenuhi target dan menunjukkan performa yang baik.
“B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat evaluasi bersama tim uji coba untuk melihat hasil akhirnya,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Menurut Bahlil, salah satu indikator yang menunjukkan peningkatan kualitas B50 adalah kadar air yang dinilai lebih baik dibandingkan biodiesel B40 yang saat ini digunakan secara nasional.
“Kadar air pada B50 lebih baik dibandingkan B40. Namun hasil finalnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” katanya.
Sejumlah pengujian juga menunjukkan penggunaan B50 tidak mengganggu performa mesin. Bahkan, pemerintah mencatat adanya peningkatan efisiensi pada sejumlah komponen kendaraan, termasuk filter mesin yang memiliki masa pakai lebih lama dibandingkan saat menggunakan bahan bakar sebelumnya.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi pada April 2026 lalu menyebut hasil uji coba hingga jarak tempuh 50.000 kilometer menunjukkan performa yang melampaui spesifikasi yang dipersyaratkan.
Baca Juga: Bahlil soal RKAB Batu Bara: Saya Tidak Bisa Digertak-Gertak
Berdasarkan hasil pengujian, filter mesin yang umumnya harus diganti setiap 10.000 kilometer dapat digunakan hingga sekitar 30.000 kilometer tanpa penggantian.
Selain itu, pemerintah juga telah menguji keandalan B50 di wilayah bersuhu rendah, termasuk di kawasan Bromo. Hasil pemantauan menunjukkan campuran biodiesel dengan kadar tinggi tersebut tetap responsif saat mesin dinyalakan dalam kondisi dingin.
Dari sisi regulasi, pemerintah memastikan skema harga B50 akan mengikuti mekanisme yang berlaku saat ini. Karena berhubungan dengan Crude Palm Oil (CPO), harga patokan akan ditetapkan dan diumumkan secara berkala setiap bulan guna memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: