Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Luhut Sebut Digitalisasi Bansos Siap Diluncurkan Secara Nasional pada November 2026

Luhut Sebut Digitalisasi Bansos Siap Diluncurkan Secara Nasional pada November 2026 Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus mempercepat pengembangan sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan dapat diluncurkan secara nasional pada akhir November 2026.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan saat ini program tersebut telah memasuki tahap uji coba di 42 kabupaten. Bahkan, satu daerah percontohan di Banyuwangi telah mulai menjalankan sistem tersebut.

"Kemarin 1 kabupaten di Banyuwangi yang sudah jalan. Jadi sekarang itu kami sudah paham anatomi masalah di digitalisasi berbasis AI dalam pemerintahan Republik Indonesia," kata Luhut di Kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, pemerintah akan kembali menggelar rapat dengan sejumlah pemerintah daerah pekan depan untuk memantau perkembangan implementasi program. Sebanyak 42 kabupaten yang menjadi lokasi pilot project ditargetkan dapat menyelesaikan proses pendaftaran dan pemutakhiran data pada akhir Juli 2026.

Melalui tahapan tersebut, pemerintah akan memperoleh data yang lebih akurat terhadap sekitar 35 juta masyarakat yang menjadi sasaran program. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Luhut mengatakan, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan meninjau langsung pelaksanaan proyek percontohan tersebut pada 6-9 Juli 2026. Beberapa lokasi yang dipertimbangkan untuk kunjungan antara lain Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.

"Dan nanti pada Oktober-November Presiden launching secara nasional 541 kabupaten. Kami harap itu semua sudah bisa di tempat mungkin 80-90 persen. Sambil jalan sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi," ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi data bansos akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui pemutakhiran data yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga: Pemerintah Digitalisasi Bansos untuk Tekan Salah Sasaran PKH hingga 45 Persen

Baca Juga: Luhut Ungkap Rencana Besar Perubahan Bansos: Subsidi Barang Dihapus, Diganti Transfer Tunai Rp5,4 Juta per Orang

Dengan sistem baru tersebut, pemerintah berharap dapat memiliki basis data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

Luhut menyebut proyek digitalisasi tersebut sepenuhnya dikembangkan oleh talenta dalam negeri. Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda Indonesia dalam pembangunan sistem menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan transformasi digital pemerintahan.

"Dan ini dikerjakan oleh semua orang Indonesia. Dan anak-anak muda Indonesia bekerja mengakur digitalisasi di gedung ini," kata Luhut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra