- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Jakarta Peringkat 2 Polusi Terburuk Dunia, Pemprov Genjot 10 Ribu Bus Listrik
Kredit Foto: Istimewa
Kualitas udara Jakarta kembali menjadi sorotan setelah ibu kota tercatat sebagai kota dengan udara terburuk kedua di dunia pada Rabu pagi, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot berbagai program pengurangan emisi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 175 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 88,5 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menempatkan Jakarta dalam kategori tidak sehat dan hanya berada di bawah Lahore, Pakistan, yang mencatat AQI 382.
Di tengah memburuknya kualitas udara tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah strategis yang difokuskan pada pengurangan emisi dari sektor transportasi.
Salah satu kebijakan yang saat ini dijalankan adalah memperluas layanan Transjabodetabek untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Beberapa rute yang telah beroperasi antara lain Blok M–Alam Sutera dan Blok M–PIK 2, sementara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta juga tengah dipersiapkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas transportasi publik yang telah tersedia sebagai bagian dari upaya bersama mengurangi polusi udara.
Pemprov DKI juga telah memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 kelompok masyarakat guna meningkatkan minat penggunaan angkutan publik.
Saat ini tingkat konektivitas transportasi Jakarta disebut telah mencapai 92 persen, menjadikan Jakarta berada di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di kawasan ASEAN setelah Singapore.
Menurut data Pemprov DKI, sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta dengan kontribusi mencapai sekitar 50 persen dari total emisi gas buang.
Karena itu, pemerintah daerah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030 untuk menekan emisi kendaraan berbahan bakar fosil.
"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri Townhall Meeting yang membahas solusi polusi udara di Jakarta.
Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Baca Juga: Era AI Konten Tiba, Jakarta Harus Siap
Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini untuk membantu menekan emisi yang berasal dari pengelolaan sampah.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Sementara itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama