Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kolaborasi Gila! Ekraf Gandeng Kisai Bawa Webtoon Lokal ke Panggung Global

Kolaborasi Gila! Ekraf Gandeng Kisai Bawa Webtoon Lokal ke Panggung Global Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar melakukan pertemuan dengan Kisai Entertainment di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis untuk pengembangan produksi Webtoon, penguatan ekosistem Intellectual Property (IP) lokal, hingga rencana penyelenggaraan Jakarta Webtoon Festival 2026.

Irene menegaskan, penjajakan kolaborasi ini penting untuk menguatkan rantai nilai industri kreatif agar karya kreator Indonesia tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga memiliki strategi pemasaran sehingga setiap IP bisa berkembang menjadi aset ekonomi berkelanjutan.

"Kementerian Ekraf senantiasa mendorong karya bisa tumbuh menunjukkan ekosistem yang lengkap, mulai dari produksi, distribusi, penguatan IP, sampai monetisasi atau punya potensi pemasarannya sehingga memberi nilai tambah bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Rabu (17/6.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf juga menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting supaya industri kreatif nasional mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing global. Sebagai tindak lanjut dukungan terhadap acara Jakarta Webtoon Festival, Kementerian Ekraf siap merekomendasikan pemilihan lokasi (venue) dengan target audiens yang mendukung visibilitas Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif berstandar internasional.

"Kementerian Ekraf siap membuka penjajakan berbagai bentuk kolaborasi yang mampu memperkuat ruang tumbuh kreator lokal. Hal terpenting tentu inisiatif seperti Jakarta Webtoon Festival memiliki fondasi atau konsep acara yang jelas, model keberlanjutan yang kuat, dan memberi dampak bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional," ungkap Wamen Ekraf.

Kisai Entertainment berdiri sejak 2017 dalam bidang original IP development, story reinforcement, publikasi adaptasi IP, serta creator management Webtoon untuk skala Indonesia dan Asia Tenggara. Beberapa kegiatan yang sudah terlaksana seperti Program Talent Development W-Toon Camp (5 kota, 2024) dan KY Academy yang bekerja sama dengan YLAB Korea Selatan. Rencananya akhir tahun 2026, production house ini akan menghelat Jakarta Webtoon Festival.

Festival Director Rizqi R. Mosmarth menjelaskan konsep acara ini ingin merayakan IP lokal dan internasional yang lahir pertama kali lewat Webtoon.

"Kami ingin menunjukkan banyak webtoon keren yang lahir dari tangan kreator-kreator Indonesia sehingga makin dikenal ke audiens lokal. Kami berharap kolaborasi bisa menjadi hubungan yang sangat mutual untuk mengembangkan industri kreatif nasional dan membuktikan bahwa Indonesia punya ekosistem webtoon yang sehat," harap Rizqi R. Mosmarth sebagai Festival Director Jakarta Webtoon Festival.

Baca Juga: Ekraf Gandeng YouTube dan Google, Kreator Lokal Siap Mendunia

Baca Juga: Rp183 Triliun Investasi, Ekraf Dorong Kreator Masuk Bursa

Komitmen rumah produksi Kisai Entertainment ingin membuktikan bahwa pasar kreatif Indonesia memiliki potensi yang besar, termasuk mendorong budaya konsumsi terhadap karya IP webtoon lokal yang semakin masif. Inisiatif kegiatan juga dipersiapkan untuk memperkuat jejaring industri kreatif, membuka peluang investasi, serta memperluas eksposur IP Indonesia ke pasar internasional.

"Targetnya ada 15 IP internasional dan lebih dari 30 IP lokal yang bisa bareng berpartisipasi untuk acara nanti. Kami juga ingin mengajak beberapa partner Kisai Entertainment seperti dari Korea, Jepang, dan Amerika sehingga mereka juga bisa merilis penjualan merchandise untuk pasar Indonesia," tambah Rizqi Mosmarth.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya