Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rp183 Triliun Investasi, Ekraf Dorong Kreator Masuk Bursa

Rp183 Triliun Investasi, Ekraf Dorong Kreator Masuk Bursa Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi strategis dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam pengembangan peluang akses pendanaan pasar modal bagi pegiat ekonomi kreatif.

Kerja sama ini membuka peluang pegiat ekraf masuk pasar modal lewat program kolaboratif KreatIPO.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat melakukan audiensi bersama BEI di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan bahwa ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan ekosistem dan pemahaman regulasi pasar modal menjadi krusial agar sektor ini dapat berkembang pesat.

“Presiden menempatkan ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari berbagai daerah sehingga tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Kamis (11/6).

Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif pada 2025 tercatat mencapai Rp 183 triliun dengan pertumbuhan 32,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Subsektor ekraf juga mencatat kontribusi positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan kelas menengah, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 27,4 juta jiwa.

“Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global. Kolaborasi dengan BEI membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf yang memahami pasar modal dan siap memanfaatkan kreativitas sebagai sumber investasi,” jelas Menteri Ekraf.

Sebelumnya, Kementerian Ekraf dan BEI pernah mengadakan program roadshow Workshop Go Public dan coaching clinic Usaha Ekonomi Kreatif bertajuk KreatIPO untuk meningkatkan literasi finansial dan memfasilitasi akses pendanaan. Pjs. Direktur Utama, Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa BEI begitu terbuka untuk memperluas partisipasi berbagai sektor dalam pasar modal, khususnya tiap subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan investasi tinggi.

“Kami tentu menyambut pegiat-pegiat ekonomi kreatif untuk bisa bergabung di pasar modal, baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan persatuan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha,” ucap Jeffrey Hendrik.

Baca Juga: 93 CPNS Resmi Jadi PNS, Menteri Ekraf Dorong ASN Muda Jadi Inovator

Audiensi ini juga diharapkan mampu membuka peluang penyusunan skema IPO bagi industri kreatif yang lebih adaptif sehingga perusahaan-perusahaan yang potensial dapat memanfaatkan akselerasi pasar modal secara berkelanjutan. Dengan begitu, edukasi pasar modal, kurasi pegiat usaha potensial, serta pendampingan akses pembiayaan bisa memiliki kesiapan yang lebih luas.

“Hari ini, kami mendapat insight dari Menteri Ekraf untuk pemahaman lebih baik terkait model bisnis di industri kreatif. Tentu, harapan kolaborasi antara BEI dengan Kementerian Ekraf bisa dimulai dengan meningkatkan edukasi, awareness, dan pemahaman dari para pegiat ekonomi kreatif sehingga semakin banyak pejuang ekonomi kreatif yang bisa melantai di Bursa Efek Indonesia,” harap Jeffrey Hendrik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya