Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, optimistis realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi dan sumber daya mineral akan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah pada 2026.
Kementerian ESDM menargetkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) serta mineral dan batu bara (minerba) mencapai Rp136,18 triliun sepanjang tahun ini.
Hingga Juli 2026, realisasi PNBP sektor ESDM telah mencapai Rp96,26 triliun atau sekitar 70,69 persen dari target tahunan.
Bahlil meyakini capaian tersebut masih akan terus meningkat hingga akhir tahun.
"Insya Allah target PNBP dari sektor minerba maupun dari migas di akhir tahun pasti akan lebih. Sudah, saya pastikan pasti akan lebih," ujar Bahlil usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
PNBP sektor ESDM memang menjadi salah satu penopang penerimaan negara di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kinerja PNBP sektor ESDM juga tercatat positif pada tahun sebelumnya. Realisasi PNBP Kementerian ESDM sepanjang 2025 mencapai Rp138,40 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp127,48 triliun.
Capaian tersebut berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Kementerian ESDM yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerimaan pajak nasional hingga awal Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Menurut Purbaya, realisasi penerimaan pajak tumbuh lebih dari 23 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
"23 persen lebih, itu sampai awal Agustus," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: ESDM Catat PNBP Minerba Rp93,24 T hingga Juli 2026, Tumbuh 7,63%
Baca Juga: Resmi! Pindah Wilayah Jabatan Notaris ke Jakarta Kini Kena PNBP Rp500 Juta
Purbaya mengatakan angka tersebut berdasarkan laporan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto yang diterima pemerintah pada pekan sebelumnya.
"Pak Bimo lapor kemarin, dia bawa angka akhir minggu lalu. Jadi masih relatif aman, 23 persen lebih masih pertumbuhannya," ujar Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: