Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polri mengajukan tambahan anggaran Rp66,1 triliun pada 2027. Salah satu prioritasnya untuk persiapan pengamanan Pemilu 2029.

Polri mengajukan tambahan anggaran Rp66,1 triliun pada 2027. Salah satu prioritasnya untuk persiapan pengamanan Pemilu 2029. Kredit Foto: Antara/Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polri mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027 setelah pagu indikatif yang diterima hanya mencapai Rp118 triliun.

Tambahan dana tersebut salah satunya akan digunakan untuk mempersiapkan pengamanan Pemilu 2029, termasuk pengadaan perlengkapan operasional dan kebutuhan pendukung lainnya.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kebutuhan ideal anggaran Polri pada 2027 mencapai Rp184 triliun setelah dilakukan penyesuaian akibat kenaikan harga BBM dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Angka tersebut jauh di atas pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp118 triliun.

"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun, baru terpenuhi 66,4 persen," kata Dedi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI.

Menurut Dedi, terdapat selisih kebutuhan anggaran sebesar Rp66,1 triliun yang telah diajukan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

Tambahan anggaran tersebut akan dibagi ke sejumlah pos belanja, mulai dari belanja pegawai, belanja barang, hingga belanja modal.

Untuk belanja pegawai, Polri mengusulkan tambahan Rp4,5 triliun yang akan digunakan antara lain untuk memenuhi kebutuhan akibat perubahan batas usia pensiun, kenaikan remunerasi hingga 80 persen, serta kebutuhan penerimaan anggota baru.

Sementara itu, anggaran belanja barang sebesar Rp20,9 triliun akan diarahkan untuk berbagai kebutuhan operasional kepolisian.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengadaan perlengkapan dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu 2029.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk penambahan anggaran penyidikan tindak pidana, operasi terpusat seperti Operasi Damai Cartenz, Ketupat, dan Lilin, hingga penanganan bencana serta pengamanan VVIP.

"Penambahan alokasi anggaran Dukops Bhabinkamtibmas, pengadaan perlengkapan dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu TA 2029, serta penambahan anggaran lidik sidik tindak pidana," ujar Dedi.

Porsi terbesar dalam usulan tambahan anggaran berada pada belanja modal yang mencapai Rp40,6 triliun.

Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan kendaraan pelayanan masyarakat, kendaraan khusus Brimob, pembangunan ruang pelayanan khusus kepolisian, hingga pembangunan markas kepolisian di berbagai daerah.

Polri juga mengusulkan pembangunan rumah dinas bagi personel serta pemenuhan alat material khusus guna mendukung pengamanan Pemilu 2029.

Baca Juga: Mahfud MD: Rekomendasi Tim Reformasi Polri Dibuang, DPR Langsung Sahkan UU

"Belanja modal sebesar Rp40,6 triliun yang diprioritaskan untuk pemenuhan kendaraan listrik pelayanan masyarakat dan SPKL, pemenuhan kendaraan khusus Brimob, pembangunan mako polda, polres, polsek, serta rumah dinas bagi anggota Polri," kata Dedi.

Meski mengajukan tambahan anggaran besar, Polri saat ini harus bersiap menjalankan program kerja 2027 dengan pagu indikatif yang justru turun Rp28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2026, anggaran Polri tercatat sebesar Rp146 triliun, sedangkan pagu indikatif 2027 hanya Rp118 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama