Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cegah Kebocoran Program Pembibitan Perkebunan, Kementan Gandeng KPK dan Aparat menjadi Pengawas

Cegah Kebocoran Program Pembibitan Perkebunan, Kementan Gandeng KPK dan Aparat menjadi Pengawas Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Kejaksaan Agung untuk mengawal pelaksanaan program pembibitan perkebunan nasional senilai hampir Rp10 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan keterlibatan aparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan program strategis tersebut berjalan sesuai aturan dan terhindar dari penyalahgunaan wewenang maupun kebocoran anggaran.

"Makanya kami berkoordinasi bukan hanya dengan KPK, tetapi juga kepolisian dan kejaksaan. Kita bahu-membahu mencegah penyalahgunaan wewenang," ujar Amran usai rapat koordinasi hilirisasi perkebunan di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (17/6/2026).

Menurut Amran, pengawasan sejak tahap awal menjadi krusial karena program pembibitan perkebunan dirancang sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan hingga puluhan tahun ke depan.

Ia menegaskan kesalahan pada tahap pembibitan berpotensi berdampak terhadap produktivitas komoditas perkebunan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

"Kalau salah di pembibitan, dampaknya bisa 30 tahun. Bahkan bisa sampai 60 tahun. Karena itu proses ini harus benar-benar dikawal," katanya.

Amran menjelaskan KPK akan berperan dalam memberikan arahan dan pendampingan terkait upaya pencegahan penyimpangan selama pelaksanaan program.

"Nanti KPK akan memberikan arahan terkait langkah-langkah pencegahan penyimpangan di lapangan maupun potensi permainan oleh oknum-oknum tertentu dalam program ini," ujarnya.

Pemerintah sebelumnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk mendukung program pembibitan perkebunan nasional yang menargetkan pengembangan lahan seluas 870 ribu hektare di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Targetkan 870 Ribu Hektare, Kementan Kucurkan Anggaran Rp10 Triliun untuk Megaproyek Pembibitan Nasional

Baca Juga: Kementan Bongkar Penyebab Harga Beras Bertahan Tinggi Meski Stok Nasional Capai 5,3 Juta Ton

Program tersebut akan difokuskan pada sejumlah komoditas strategis berorientasi ekspor, seperti kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala, dan lada.

"Targetnya 870.000 hektare di seluruh Indonesia. Komoditasnya kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala, dan lada. Ini merupakan komoditas strategis dengan permintaan yang tinggi di pasar global," kata Amran.

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu proyek pengembangan perkebunan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri