Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Naik Tipis, Premi Asuransi Umum Rp31,11 Triliun pada Kuartal I 2026

Naik Tipis, Premi Asuransi Umum Rp31,11 Triliun pada Kuartal I 2026 Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membukukan premi sebesar Rp31,11 triliun pada triwulan I-2026 atau tumbuh 1,9% dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi belum termasuk satu perusahaan asuransi melaporkan kinerjanya.

Ketua AAUI Budi Herawan menyampaikan kinerja industri tetap terjaga seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada kuartal I 2026. Aktivitas konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah dinilai turut menjaga kebutuhan perlindungan risiko di berbagai sektor usaha.

"Berdasarkan data Bank Indonesa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada kuartal pertama tahun ini, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah, turut memberikan kontribusi terhadap terjaganya aktivitas usaha dan kebutuhan perlindungan risiko di berbagai sektor," ujarnya dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan I-2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pada momen yang sama, AAUI juga melaporkan lini usaha yang masih berkuasa adalah properti dengan porsi pangsa pasar 26,7%. Pada Q1-2026, lini properti mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 6,5% senilai Rp8,31 triliun. Selanjutnya, motor vehicle juga mencatatkan porsi yang cukup besar dengan premi Rp5,39 triliun atau naik 2,9%, health insurance dengan porsi premi Rp4,63 trilium atau naik 23%, dan credit insurance dengan premi Rp4,10 triliun atau naik sebesar 3,2%.

Di sisi lain, sejumlah lini juga menghadapi tantangan yang mana premi lini engineering mencatatkan penurunan tajam yakni sebesar 44,4% menjadi Rp965 miliar dari Rp1,73 triliun pada periode yang sama, lini personal accident yang turun 31,3% dari Rp1,14 triliun menjadi Rp787 miliar, dan aviation turun 15,2% menjadi Rp204 miliar dari Rp173 miliar.

Di sektor reasuransi, premi tercatat sebesar Rp6,13 triliun dari Rp5,23 triliun atau naik 17,2% secara tahunan, data tersebut belum termasuk satu perusahaan reasuransi yang melaporkan.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi mengatakan, industri asuransi dan reasuransi masih menunjukkan daya tahan yang kuat pada awal 2026.

"Secara keseluruhan, kinerja industri asuransi umum dan reasuransi pada triwulan I 2026 menunjukkan fundamental yang tetap kuat. Pertumbuhan premi pada sejumlah lini usaha utama, peningkatan laba, penguatan aset dan investasi, serta membaiknya indikator kesehatan keuangan menjadi modal penting bagi industri untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri