Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kurang 20 Juta Ton, Bahlil Bentuk Tim Kawal Suplai Batu Bara ke PLN

Kurang 20 Juta Ton, Bahlil Bentuk Tim Kawal Suplai Batu Bara ke PLN Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan pemerintah juga tengah menghitung berbagai opsi terkait harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik yang saat ini dipatok sebesar US$70 per ton.

"Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan," ujarnya.

Menurut Bahlil, kenaikan biaya produksi menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan pemerintah. Ia menyoroti stripping ratio (SR) batu bara kalori menengah yang saat ini telah mencapai 8%-12%, sehingga meningkatkan biaya operasional perusahaan tambang.

"Untuk medium ini kan SR-nya sudah di 8 sampai 12 persen, cost produksinya kan udah tinggi. Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha juga jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga," katanya.

Saat ditanya mengenai keluhan pelaku usaha bahwa harga DMO belum berubah sejak 2018 sementara biaya produksi terus meningkat, Bahlil mengakui hal tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah.

"Betul itu salah satu pertimbangan yang akan kita hitung," pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra