Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenalan dengan 7 Direksi Baru BEI yang akan Menentukan Arah Pasar Modal Hingga 2030

Kenalan dengan 7 Direksi Baru BEI yang akan Menentukan Arah Pasar Modal Hingga 2030 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tujuh calon anggota Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026-2030. Penetapan tersebut tertuang dalam surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026 dan akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada 29 Juni 2026.  

Dalam susunan yang ditetapkan OJK, Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai calon Direktur Utama. Sementara posisi Direktur Penilaian Perusahaan diisi Saidu Solihin, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa dijabat Irvan Susandy, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan ditempati Yulianto Aji Sadono, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko diisi Abdul Munim, Direktur Pengembangan dijabat Iding Pardi, serta Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum ditempati Umi Kulsum.  

Berikut profil singkat para calon direksi BEI periode 2026-2030:

1. Jeffrey Hendrik – Direktur Utama

Jeffrey Hendrik saat ini menjabat Pelaksana Jabatan (Pjs) Direktur Utama BEI sejak Januari 2026 setelah sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan BEI periode 2022-2026. Ia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri pasar modal.  

Sebelum bergabung dengan BEI, Jeffrey memimpin PT Phintraco Sekuritas sebagai Direktur Utama selama lebih dari dua dekade, yakni 1999-2022. Ia juga dikenal sebagai salah satu figur yang terlibat dalam pengembangan dan peluncuran Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon), termasuk integrasi sistem dan pengembangan ekosistem perdagangan karbon nasional.  

2. Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan

Saidu Solihin memiliki rekam jejak panjang di industri pasar modal, jasa keuangan, dan korporasi. Saat ini ia menjabat Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) setelah sebelumnya menjadi Direktur Pengembangan Bisnis KBI.  

Pria yang meraih gelar Sarjana dan Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Trisakti ini pernah menjabat Direktur Keuangan dan Perencanaan Perusahaan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Direktur PT Danareksa Sekuritas, hingga financial advisor untuk berbagai transaksi merger dan akuisisi, restrukturisasi, pendanaan, dan IPO. Kariernya di pasar modal juga mencakup posisi Direktur Utama PT Garuda Nusantara Capital, Direktur Pelaksana PT NISP Sekuritas, dan berbagai jabatan strategis lainnya sejak akhir 1990-an.  

3. Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa

Irvan Susandy merupakan petahana yang saat ini menjabat Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI sejak Juni 2022. Ia merupakan lulusan Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Universitas Padjadjaran serta telah berkarier di lingkungan bursa selama lebih dari 25 tahun.  

Karier Irvan dimulai di BEI pada 2000 sebagai staf pemeriksa operasional. Ia kemudian menduduki sejumlah posisi penting seperti Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, hingga Komisaris The Indonesia Capital Market Institute (TICMI). Ia juga terlibat dalam pengembangan Bursa Karbon Indonesia sejak tahap perancangan hingga implementasi.  

4. Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan

Yulianto Aji Sadono saat ini menjabat Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI. Lulusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada tersebut memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengawasan perdagangan, pengembangan investor, komunikasi perusahaan, dan kepatuhan pasar modal.  

Kariernya dimulai di Bursa Efek Jakarta pada 2000 sebagai staf Satuan Pemeriksa Anggota Bursa. Ia kemudian menempati berbagai posisi strategis, antara lain Kepala Unit Pusat Informasi Pasar Modal, Kepala Unit Pengembangan Calon Investor dan Calon Emiten, Direktur PT TVI Bursa Indonesia (IDX Channel), Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan BEI, hingga Kepala Divisi Pengawasan Transaksi sejak 2023.  

5. Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko

Abdul Munim merupakan profesional teknologi informasi yang telah berkarier di BEI sejak 1996. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam pengembangan infrastruktur teknologi perdagangan pasar modal Indonesia.  

Sepanjang kariernya, Abdul Munim pernah menjabat Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Informasi, Kepala Divisi Operasional Teknologi Informasi, anggota Komite Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, hingga menjadi konsultan proyek pembangunan Sistem Perdagangan dan Pengawasan (PSPP) BEI. Ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem perdagangan elektronik dan pengawasan transaksi bursa.  

6. Iding Pardi – Direktur Pengembangan

Iding Pardi saat ini menjabat Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), lembaga yang berperan sebagai central counterparty dan lembaga kliring penjaminan di pasar modal Indonesia. Dalam kapasitas tersebut, ia memimpin penguatan infrastruktur pasar keuangan sekaligus pengembangan layanan pascatransaksi.  

Penetapan Iding sebagai calon Direktur Pengembangan BEI menempatkannya pada posisi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk dan layanan bursa, perluasan basis investor, peningkatan jumlah emiten, serta pendalaman pasar modal nasional. Pengalamannya di lembaga infrastruktur pasar modal dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat pengembangan ekosistem pasar modal Indonesia.

7. Umi Kulsum – Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia

Umi Kulsum ditetapkan sebagai calon Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI periode 2026-2030. Dalam struktur direksi baru, ia menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam jajaran calon direksi BEI.  

Posisi yang akan diembannya mencakup tanggung jawab atas pengelolaan keuangan korporasi, perencanaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta fungsi administrasi dan umum BEI. Peran tersebut menjadi krusial dalam mendukung transformasi organisasi, penguatan tata kelola, dan keberlanjutan operasional Bursa Efek Indonesia di tengah upaya pendalaman pasar modal nasional.  

Susunan direksi tersebut akan menjadi efektif setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPST BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri