Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Program CSR PLN EPI Group Ubah Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi di Gunungkidu

Program CSR PLN EPI Group Ubah Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi di Gunungkidu Kredit Foto: PLN EPI
Warta Ekonomi, Gunung Kidul -

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAG) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong masyarakat Padukuhan Jomblang Tengah, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul mengolah sampah organik menjadi sumber nilai ekonomi.

Melalui program tersebut, masyarakat mengembangkan pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang terintegrasi dengan peternakan dan pertanian. Sampah organik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dimanfaatkan menjadi pakan maggot, kemudian hasil budidayanya digunakan untuk pakan ayam dan ikan lele.

Sementara itu, residu dari budidaya maggot diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung budidaya sayuran dan tanaman obat keluarga. Model ini menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program CSR tersebut juga mengantarkan Padukuhan Jomblang Tengah meraih penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim DIY 2026. Penghargaan diberikan dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Daerah Istimewa Yogyakarta 2026 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Pemerintah Daerah DIY memberikan apresiasi kepada komunitas dan pegiat lingkungan yang dinilai mampu menjalankan aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan serta memperkuat ketahanan iklim berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengatakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

"Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Apa yang dilakukan masyarakat Karangasem menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga," ujarnya.

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki, Riyanta, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

"Penghargaan ini menjadi milik seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Melalui pengolahan sampah organik, budidaya maggot, dan pemanfaatan pupuk organik, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengelola lingkungan secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi," katanya.

Direktur Utama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, Tri Susanto, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan masyarakat dalam menjalankan program tersebut.

Baca Juga: PLN EPI Dorong UMKM Kutai Kartanegara Naik Kelas Lewat Budidaya Madu Kelulut

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN EPI Tanam 1.680 Mangrove di Karawang

"Kami mengucapkan selamat kepada Bank Sampah Ngupadi Rejeki dan seluruh masyarakat Padukuhan Jomblang Tengah atas penghargaan yang diterima. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan perubahan yang nyata. Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Melalui program ini, PLN EPI Group terus mendorong pelaksanaan TJSL yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan solusi lingkungan yang dapat menciptakan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra