Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Kendalikan Israel? Trump Klaim Netanyahu Ikuti Arah Washington di Tengah Perang Lebanon

AS Kendalikan Israel? Trump Klaim Netanyahu Ikuti Arah Washington di Tengah Perang Lebanon Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Donald Trump membuat pernyataan kontroversial dengan mengklaim bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan langkah militer Israel di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Hizbullah.

Dalam cuplikan wawancara bersama Axios, Trump menyebut bahwa Washington bahkan perlu menjaga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tetap “sedikit waras” dalam menghadapi situasi perang yang terus memanas di perbatasan Lebanon.

Ia juga menegaskan bahwa para pejabat Israel disebut “melakukan apa yang dikatakan Trump”, sehingga menurutnya Amerika Serikat memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan militer Israel di kawasan tersebut.

Trump mengaitkan pengaruh itu dengan dukungan militer Amerika Serikat, termasuk suplai senjata dan pesawat pembom siluman B-2 yang menurutnya menjadi faktor penting dalam kekuatan Israel saat ini.

Ia bahkan mengklaim bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat, Israel bisa “dihancurkan”, serta menegaskan kembali pandangannya bahwa “tanpa AS, tidak akan ada Israel”.

Pernyataan tersebut muncul di tengah pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku pada Jumat, setelah eskalasi konflik yang menewaskan puluhan orang di Lebanon selatan dan beberapa tentara Israel.

Data yang beredar menunjukkan bahwa operasi militer Israel di Lebanon sejak awal konflik telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Di sisi lain, Israel masih mempertahankan posisi di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk area yang telah lama menjadi titik konflik berkepanjangan antara kedua pihak.

Trump sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyarankan Netanyahu untuk mengambil pendekatan yang lebih “lunak” dalam operasi militer di Lebanon agar tidak terus menyasar target sipil dalam setiap serangan balasan terhadap Hizbullah.

Ia menilai bahwa penghancuran bangunan setiap kali terdapat keberadaan anggota Hizbullah bukanlah strategi yang efektif dalam meredakan konflik yang terus meluas di kawasan tersebut.

Baca Juga: Trump Damai dengan Iran, Netanyahu Justru Bergerak di Belakang Layar

Pernyataan Trump tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap peran Amerika Serikat dalam dinamika konflik Timur Tengah, khususnya dalam hubungan strategisnya dengan Israel di tengah tekanan internasional untuk menahan eskalasi perang.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait klaim Trump yang menyebut adanya pengaruh langsung Washington terhadap keputusan militer di lapangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama