Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar LCGC Kian Lesu, Daihatsu Andalkan Segmen Komersial Sebagai Penopang

Pasar LCGC Kian Lesu, Daihatsu Andalkan Segmen Komersial Sebagai Penopang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dominasi mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) di pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Di saat kontribusi LCGC menurun, kendaraan komersial justru menjadi salah satu segmen yang mencatat pertumbuhan sepanjang tahun ini.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, mengatakan tren tersebut terlihat dari perkembangan pasar otomotif nasional dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau di segmen-segmen yang tumbuh itu adalah semua segmen yang medium-high. Tapi memang LCGC tampaknya mengalami penurunan secara kontribusi," ujar Sri Agung di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026).

Menurut dia, kendaraan komersial menjadi salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan terlihat baik pada kendaraan pikap maupun semi-komersial yang banyak digunakan untuk kebutuhan usaha.

"Kalau kita lihat market yang sekarang tumbuh adalah di komersial. Jadi baik di pick-up maupun di semi-komersial itu naik dibandingkan tahun lalu," kata Sri Agung.

Meski kontribusi LCGC terhadap pasar mulai menyusut, Sri Agung menyebut kondisi tersebut belum berdampak pada volume penjualan Toyota dan Daihatsu di segmen mobil murah tersebut.

"Kalau untuk Toyota dan Daihatsu, alhamdulillah itu secara volume tidak menurun di kelas LCGC," ujarnya.

Menurut Sri Agung, salah satu faktor yang membuat penjualan LCGC Toyota dan Daihatsu tetap terjaga adalah kuatnya permintaan dari daerah di luar kota-kota besar yang masih menjadikan mobil murah sebagai pilihan utama.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Biaya Isi Full Tank Avanza-Xpander-LCGC Setelah Pertamax Naik Rp16.250

Baca Juga: Daihatsu Ungkap Strategi Jaga Performa Penjualan di Tengah Tekanan Ekonomi

Di tengah perubahan komposisi pasar tersebut, kondisi industri otomotif nasional secara umum masih menunjukkan pertumbuhan positif. Sri Agung mengatakan penjualan kendaraan, baik dari sisi wholesales maupun retail sales, mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu itu wholesales maupun retail meningkat dua-duanya. Artinya ada indikasi pertumbuhan positif," kata dia.

Berdasarkan pengamatan Daihatsu, pertumbuhan pasar saat ini mencapai sekitar 9-10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli konsumen masih cukup terjaga meski industri menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan suku bunga acuan.

Namun demikian, Sri Agung mengakui pihaknya masih terus memantau dampak kenaikan BI Rate terhadap pasar otomotif, khususnya kredit kendaraan. Sebab, pengaruh kenaikan suku bunga tidak selalu langsung dirasakan konsumen karena setiap perusahaan pembiayaan memiliki struktur pendanaan dan kebijakan yang berbeda.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman