Masyarakat Dibuat Resah Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Aksi Nyata Prabowo Dinantikan
Kredit Foto: Istimewa
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan secara langsung menangani persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. YLKI menilai gangguan listrik tidak lagi sekadar persoalan teknis korporasi, melainkan telah menyentuh kepentingan publik dan ketahanan energi nasional.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menopang berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Roy Suryo Minta Tak Dipenjara di Kasus Ijazah Jokowi: Bukan Koruptor, Hanya Perkara Ringan
Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan yang harus dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, maupun tata kelola pelayanan.
"YLKI memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang menunjukkan adanya persoalan yang harus dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko maupun tata kelola pelayanan," ujar Rio, dikutip Senin (22/6).
Rio menegaskan, pemadaman listrik bergilir secara langsung mengganggu kualitas hidup masyarakat dan merugikan konsumen. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak akibat lemahnya sistem kelistrikan.
"Konsumen tidak boleh terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat lemahnya sistem," katanya.
Lebih jauh, YLKI menilai persoalan listrik telah menjadi isu strategis nasional yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo.
"Presiden Prabowo perlu turun tangan memastikan ketahanan energi menjadi agenda strategis nasional. Negara tidak boleh hanya hadir ketika krisis terjadi, tetapi harus hadir melalui kebijakan yang mampu mencegah terjadinya krisis," tegas Rio.
Sementara itu, PT PLN (Persero) mengakui adanya gangguan teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan penurunan kemampuan sistem pasokan listrik terjadi akibat kendala pada dua unit pembangkit besar yang untuk sementara tidak dapat beroperasi.
Untuk menjaga keandalan sistem, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah daerah.
"PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," ujar Gregorius.
Baca Juga: 'Dia Harus Jaga Ucapannya,' Presiden Amerika Ngamuk dan Ancam Ambil Seluruh Wilayah Iran
Meski demikian, PLN belum merinci pembangkit mana saja yang mengalami gangguan teknis. Di tengah keluhan masyarakat dan dunia usaha akibat pemadaman bergilir, desakan agar pemerintah mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional pun semakin menguat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar