Trump Mengamuk: Jika Iran Menutup Selat Hormuz, Mereka Tidak akan Memiliki Negara Lagi
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan dunia. Di saat kedua negara memulai babak baru perundingan di Jenewa, Swiss, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru melontarkan serangkaian pernyataan keras.
Negosiasi yang berlangsung pada Minggu (21/6) itu sejatinya bertujuan mengimplementasikan nota kesepahaman yang baru ditandatangani kedua negara. Namun, suasana diplomasi yang sedang dibangun dibayangi ancaman terbuka, peringatan militer, hingga saling sindir antara Washington dan Teheran.
Putaran pertama pembicaraan mempertemukan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta perwakilan dari Qatar dan Pakistan. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari situasi di Lebanon, aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri, hingga peluang terbentuknya kesepakatan regional yang lebih luas.
Di tengah jalannya negosiasi, Trump justru mengambil nada yang sangat konfrontatif saat diwawancarai Fox News. Ia secara khusus memperingatkan Iran agar tidak mencoba menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.
"Saya telah berbicara dengan para pejabat senior Iran dan memberi tahu mereka bahwa jika Iran menutup Selat Hormuz, mereka tidak akan memiliki negara lagi," kata Trump.
Baca Juga: 'Trump Sudah Putus Asa,' Iran Tertawakan Ancaman Keras Amerika di Selat Hormuz
Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah ekstrem untuk mengendalikan jalur laut strategis tersebut.
"Kita bisa menjadi penjaga selat ini dan mengambil 20% minyaknya. Kita bahkan bisa menguasainya dan memungut biaya transit sendiri jika perlu. Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kita akan membuat mereka membayar mahal," katanya.
Tak berhenti di situ, Trump juga menegaskan bahwa proses negosiasi yang berlangsung saat ini belum bisa dianggap sebagai kesepakatan permanen.
"Ini bukan kesepakatan dengan rezim Iran, tetapi hanya perpanjangan gencatan senjata," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangannya dan memberi batas waktu tertentu bagi Teheran.
"Pada akhirnya, sayalah yang memutuskan. Jika Iran tidak menghormati komitmen mereka di meja perundingan, saya memiliki tenggat waktu 60 hari; setelah itu, saya akan melakukan apa pun yang saya inginkan," tambah dia.
Baca Juga: Bocoran Senator Amerika, Ini Rencana Trump Jika Negosiasi Gagal Bernegosiasi dengan Iran
Selain menyoroti Iran, Trump juga mengarahkan peringatannya kepada kelompok Hezbollah di Lebanon yang selama ini dikenal dekat dengan Teheran.
"Iran harus segera menghentikan para PROKTOR mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah," tulis Trump melalui platform Truth Social.
"Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras, seperti minggu lalu, tetapi bahkan lebih keras lagi," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: