Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Pertamax untuk Orang Kaya, MBG untuk Rakyat', Kata Pendukung Prabowo

'Pertamax untuk Orang Kaya, MBG untuk Rakyat', Kata Pendukung Prabowo Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah masih bergulirnya demonstrasi di sejumlah daerah yang menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penurunan harga Pertamax, suara dukungan terhadap program andalan Presiden Prabowo Subianto juga kembali menguat.

Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan menilai MBG bukan sekadar program pemerintah biasa, melainkan investasi besar untuk masa depan anak-anak Indonesia. Bahkan, mereka menyebut program tersebut jauh lebih dekat dengan kebutuhan rakyat dibanding isu-isu lain yang ramai diperdebatkan saat ini.

Ketua Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan Fakhri Ikbar menegaskan bahwa masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah terpencil dan kepulauan, masih sangat membutuhkan keberlanjutan program MBG.

"Presiden Prabowo itu memberikan makan untuk anak-anak Indonesia. Kalaupun ada yang salah, bukan salah programnya. Ya, kita sama-sama benahi, perbaiki sistemnya. Pak Prabowo tidak sendirian, masyarakat Indonesia di daerah-daerah, khususnya pulau-pulau terpencil sangat butuh MBG ini," kata Fakhri Ikbar, dikutip dari Antara, Selasa (23/6/2026).

Menurut Fakhri, program tersebut merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Ia meyakini pemenuhan gizi anak-anak sejak dini akan menentukan kemampuan Indonesia bersaing di tingkat global pada masa mendatang.

Di tengah berbagai kritik yang muncul, Fakhri justru melontarkan pernyataan yang menyita perhatian publik. Ia membandingkan langsung antara kebutuhan masyarakat terhadap MBG dan isu harga bahan bakar.

"Pertamax itu untuk orang kaya, MBG itu untuk rakyat Indonesia, khususnya untuk anak-anak Indonesia, dan sekali lagi, kami masyarakat Indonesia, pemuda-pemudi di daerah, kami tetap mendukung program Presiden Prabowo, khususnya MBG ini," ujarnya.

Baca Juga: Jika Gibran Tak Jadi Cawapres Prabowo 2029, Ini yang Bakal Dilakukan Jokowi

Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena muncul saat sebagian kelompok masyarakat masih menyuarakan tuntutan terkait harga BBM.

Tak hanya memberikan dukungan, Fakhri juga menilai pelaksanaan MBG harus terus diawasi bersama agar kualitas program tetap terjaga. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga melibatkan warga secara langsung, termasuk kalangan ibu rumah tangga.

"Pengawasan MBG ini bisa diawasi oleh setiap masyarakat, contoh bisa diawasi emak-emak, ya, di setiap dapur, itu wajib hukumnya, kita warga masyarakat mengetahui bagaimana kondisi dapur-dapur. Jadi, dapur-dapur yang kurang kompeten kita awasi bersama," ungkap Fakhri.

Ia menilai jika ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program, maka yang harus diperbaiki adalah sistemnya, bukan menghentikan program yang dianggap memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri