Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ultimatum Trump ke Iran: Amerika Akan Lakukan Apa Pun Jika Teheran Langgar Kesepakatan

Ultimatum Trump ke Iran: Amerika Akan Lakukan Apa Pun Jika Teheran Langgar Kesepakatan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran setelah tercapainya peta jalan (roadmap) baru selama 60 hari hasil perundingan di Swiss.

Trump menegaskan dirinya siap mengambil tindakan apa pun apabila Teheran gagal memenuhi komitmen yang telah disepakati.

Baca Juga: Dibongkar Pengacara, Jaksa Tawarkan Roy Suryo dan Dokter Tifa 'Jalan Mulus' di Kasus Ijazah Jokowi

“Jika Iran tidak memenuhi kesepakatannya, atau jika mereka tidak berperilaku sebagaimana mestinya, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan,” kata Trump, dikutip Selasa (23/6).

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington tetap mempertahankan opsi tekanan terhadap Iran, meski kedua negara baru saja membuka babak baru diplomasi melalui negosiasi di Swiss.

Trump juga mengklaim Amerika Serikat masih memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Menurutnya, blokade terhadap akses menuju Iran dapat diaktifkan kembali dalam waktu singkat apabila diperlukan.

“Selama mereka menghormati kami, kami tidak akan memiliki masalah. Kami memiliki kendali penuh atas selat itu,” ujar Trump.

Trump menilai kebijakan blokade yang sempat diberlakukan sebelumnya justru memberikan dampak lebih besar dibandingkan operasi militer.

“Saya pikir blokade itu lebih berdampak daripada menjatuhkan bom, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya,” katanya.

Trump menyebut sistem blokade tersebut bekerja layaknya “tembok baja” yang membuat tidak ada kapal dapat memasuki Iran tanpa persetujuan Amerika Serikat.

“Mereka bisa lewat jika kami mengizinkannya, dan kami bisa mengatur kembali hal itu hanya dengan satu panggilan telepon. Mungkin butuh setengah jam,” ujarnya.

Sementara itu, hasil negosiasi terbaru antara AS dan Iran di Swiss menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk mekanisme pencegahan insiden dan kesalahpahaman di Selat Hormuz serta pembentukan pusat koordinasi (deconfliction cell) untuk membantu implementasi gencatan senjata AS-Iran di berbagai kawasan, termasuk Lebanon.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Iran juga telah menyetujui untuk kembali menerima inspeksi dari International Atomic Energy Agency (IAEA), yang dinilai menjadi salah satu terobosan penting dalam proses negosiasi tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Waspada, Nyanyian Habib Rizieq Kembali Menggema di Demo Mahasiswa

Meski demikian, pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa Washington masih akan mengambil sikap tegas dan tidak segan menggunakan berbagai instrumen tekanan jika Iran dianggap melanggar kesepakatan yang telah dicapai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar