Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bedah Kinerja RANS Perusahaan Raffi Ahmad: Laba Turun, Pendapatan Melemah, IPO Tetap Jalan

Bedah Kinerja RANS Perusahaan Raffi Ahmad: Laba Turun, Pendapatan Melemah, IPO Tetap Jalan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih pada 2025 menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO). Pelemahan kinerja tersebut terjadi di tengah rencana perseroan menghimpun dana hingga Rp429,25 miliar melalui pelepasan 20,02% saham ke publik.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, pendapatan RANS turun 13,91% menjadi Rp353,38 miliar pada 2025 dari Rp410,50 miliar pada 2024. Dalam periode yang sama, laba tahun berjalan anjlok 41,60% menjadi Rp56,69 miliar dari Rp97,07 miliar. Penurunan tersebut memperpanjang tren perlambatan kinerja setelah pendapatan perseroan juga turun 6,24% pada 2024.

Prospektus menjelaskan penurunan pendapatan 2025 terutama dipicu melemahnya segmen duta merek dan talent management yang turun 51,55% menjadi Rp51,93 miliar dari Rp107,18 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp107,01 miliar.

Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi pendapatan dari segmen olahraga setelah melepas PT RPKSB pada 2024. Manajemen menyebut sebagian penurunan pendapatan bersifat non-recurring karena tidak adanya lagi kontribusi dari entitas yang telah dilepas tersebut.

Di sisi profitabilitas, laba operasi RANS turun 14,21% menjadi Rp75,55 miliar pada 2025 dibandingkan Rp88,07 miliar pada 2024. Penurunan tersebut dipengaruhi peningkatan beban promosi dan pemasaran serta biaya gaji dan kesejahteraan karyawan pada entitas anak.

Sementara itu, laba bersih 2025 turun lebih dalam karena pada 2024 perseroan memperoleh keuntungan satu kali (non-recurring) dari pelepasan entitas anak sebesar Rp44,94 miliar. Tanpa kontribusi transaksi tersebut, kinerja laba RANS pada 2025 mengalami tekanan yang lebih terlihat.

Dari sisi neraca, total aset perseroan menyusut 21,96% menjadi Rp461,03 miliar pada akhir 2025 dari Rp590,80 miliar pada akhir 2024. Ekuitas juga turun 21,52% menjadi Rp340,80 miliar. Meski demikian, liabilitas berhasil ditekan 23,19% menjadi Rp120,23 miliar.

Rasio profitabilitas turut melemah. Return on Equity (ROE) turun menjadi 16,63% pada 2025 dari 22,35% pada 2024, sedangkan Return on Assets (ROA) turun menjadi 12,30% dari 16,43%. Margin laba bersih juga turun menjadi 16,04% dari sebelumnya 23,65%.

Di tengah pelemahan kinerja tersebut, RANS berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan membidik dana hingga Rp429,25 miliar dengan kisaran harga penawaran Rp135-Rp170 per saham.

Baca Juga: Raffi Ahmad Resmi Bawa RANS IPO, Incar Dana Rp429 Miliar

Baca Juga: Aksi Besar Raffi Ahmad dan Nagita di Pasar Modal, Gelontorkan Rp190 Miliar untuk Beli Emiten VISI

Dana hasil IPO akan digunakan antara lain untuk pelunasan utang, pembangunan wahana bermain Cipungland, penyelenggaraan konser, pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI), akuisisi perusahaan kosmetik, dan pengembangan entitas anak.

Dalam prospektus, perseroan juga mengungkap risiko utama usaha berupa ketergantungan terhadap Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga. Perseroan menyatakan penurunan keterlibatan atau munculnya isu reputasi terhadap figur utama tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perusahaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri