Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ditopang Sektor Ritel dan Industri, Beras Fortifikasi Siap Masuki Pasar Komersial

Ditopang Sektor Ritel dan Industri, Beras Fortifikasi Siap Masuki Pasar Komersial Kredit Foto: Istimewa

Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa landasan regulasi di sektor ini sebenarnya sudah kokoh, menyusul diterbitkannya Standar Nasional Indonesia (SNI) terbaru, yakni SNI 9314 (2024) and SNI 9372 (2025), yang mengodifikasi definisi serta parameter teknis untuk kernel beras fortifikasi (Fortified Rice Kernel), beras fortifikasi, dan beras diperkaya.

"Regulasi sudah tersedia dan sistem di tingkat negara telah siap. Tantangannya sekarang adalah melakukan scale up agar industri ini dapat tumbuh lebih cepat," tambahnya.

Stimulus Ekonomi Daerah

Bagi para pelaku usaha di garda depan produksi, inisiatif ini tidak sekadar mengusung agenda peningkatan gizi nasional, melainkan juga bertindak sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat. Pelaku industri beras fortifikasi Diyan Anggraini mengemukakan bahwa pengembangan jaringan penggilingan regional merupakan kunci untuk memperpendek rantai pasok serta menekan biaya logistik.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Peternakan

"Kami membentuk jaringan penggilingan dan mendorong produksi di berbagai daerah. Dengan begitu rantai distribusi menjadi lebih pendek dan biaya logistik dapat ditekan," jelas Diyan.

Penguatan hubungan klaster penggilingan regional dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berputar di tingkat lokal sekaligus menjamin stabilitas pasokan beras fortifikasi secara desentralisasi. Pada akhirnya, Diyan menekankan bahwa keberhasilan pasar komersial ini akan bertumpu pada dua pilar aksesibilitas: kedekatan geografis (geographic proximity) dan daya beli.

"Akses pangan harus terjangkau, baik dari aspek jarak maupun harga. Oleh karena itu, kami menghimbau pelaku usaha untuk tidak mengambil margin keuntungan secara berlebihan, mengingat tujuan utamanya adalah mengatasi persoalan gizi masyarakat," pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait:

Berita Terkait