Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rosan Jalankan Arahan Prabowo Soal Konsolidasi BUMN, Buka Peluang Investasi dan Lapangan Kerja

Rosan Jalankan Arahan Prabowo Soal Konsolidasi BUMN, Buka Peluang Investasi dan Lapangan Kerja Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program konsolidasi entitas usaha yang dijalankan Danantara mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi industri nasional, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Sementara itu, sekitar 300 entitas lainnya sedang dipersiapkan untuk mengikuti proses serupa dalam waktu dekat.

Menurut Rosan, konsolidasi dilakukan untuk menyederhanakan struktur perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya saing BUMN di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Selain fokus pada restrukturisasi perusahaan negara, Danantara juga mulai menjajaki pengembangan sejumlah sektor ekonomi yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi, seperti pariwisata, penyelenggaraan event olahraga, dan industri kreatif. Ketiga sektor tersebut dipandang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Dr. Marihot Manullang, menilai konsolidasi BUMN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan negara. Menurutnya, penyederhanaan struktur organisasi akan mengurangi tumpang tindih fungsi antarperusahaan sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan bisnis.

Ia menjelaskan bahwa struktur perusahaan yang lebih ramping dan terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional serta memperkuat kemampuan BUMN dalam merespons perubahan pasar. Efisiensi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan kontribusi perusahaan negara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Konsolidasi yang dilakukan Danantara merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing BUMN. Dengan struktur yang lebih terintegrasi, BUMN dapat lebih fokus menjalankan fungsi bisnisnya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian," kata Marihot dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Dari sisi industri, Marihot juga menilai pengembangan sektor pariwisata, olahraga, dan industri kreatif sejalan dengan kebutuhan ekonomi masa depan yang semakin bertumpu pada inovasi, kreativitas, dan penciptaan nilai tambah. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi sekaligus memperluas basis ekonomi nasional di luar sektor-sektor konvensional.

Pandangan serupa disampaikan Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi. Ia menilai langkah Danantara mencerminkan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi yang lebih menyeluruh melalui penguatan peran BUMN sebagai penggerak pembangunan.

Menurut Iswadi, konsolidasi tidak hanya menghasilkan efisiensi perusahaan, tetapi juga berpotensi menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan produktif. Struktur BUMN yang lebih sederhana dinilai dapat meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi investor.

Baca Juga: Ini Sektor BUMN yang Bakal Ditutup, Prabowo: Nggak Ada yang Untung, Rugi Terus

Ia menambahkan bahwa pengembangan sektor industri kreatif, pariwisata, dan event olahraga memiliki efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian. Aktivitas di sektor tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan konsumsi masyarakat, serta memperkuat pendapatan daerah.

Para akademisi berharap proses transformasi BUMN melalui Danantara dapat terus dijalankan secara konsisten dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan orientasi pada penciptaan nilai tambah. Melalui langkah tersebut, BUMN diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: