Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Mau Tes Urine Semua Pelajar SMA/SMK: Yang Sudah Kecanduan Obat, Nanti...
Kredit Foto: Istimewa
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyiapkan langkah tegas untuk mencegah penyalahgunaan obat sediaan farmasi di kalangan pelajar. Salah satu rencana yang disiapkannya adalah melakukan tes terhadap seluruh pelajar SMA dan SMK.
Dedi mengatakan pemeriksaan diperlukan bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran, tetapi untuk mengetahui lebih awal pelajar yang membutuhkan penanganan terkait denganĀ kemungkinan penyalahgunaan atau ketergantungan obat seperti tramadol dan heximer.
Baca Juga: Di Balik Keputusan Dokter Tifa 'Hijrah' dari Kasus Ijazah Jokowi: Intimidasi hingga Upaya Pembunuhan
"Tes tersebut dilakukan untuk pengujian untuk mendeteksi penyalahgunaan atau ketergantungan obat sediaan farmasi," ucap Dedi Mulyadi, dikutip Selasa (11/8/2026).
Dedi mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Dengan mengetahui kondisi pelajar sejak awal, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan sebelum ketergantungan berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Menurut Dedi, pelajar yang telah mengalami kecanduan obat sediaan farmasi tidak cukup hanya diberikan sanksi. Mereka perlu mendapatkan penanganan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan tidak semakin jauh terjerumus dalam penyalahgunaan obat.
"Nanti yang sudah kecanduan obat sediaan farmasi akan kita kirim ke rehab, sehingga para pelajar yang kecanduan bisa diselamatkan sejak dini, agar kejadian seperti pelaku begal ini tidak terjadi dikemudian hari," katanya.
Tes yang direncanakan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui siapa yang menggunakan obat terlarang, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memberikan bantuan kepada pelajar yang sudah mengalami ketergantungan.
Bagi Dedi, persoalan penyalahgunaan obat sediaan farmasi memiliki dampak lebih luas dibandingkan sekadar persoalan kesehatan. Ketergantungan dapat memengaruhi perilaku dan berpotensi menyeret anak muda ke dalam persoalan sosial maupun kriminalitas.
Karena itu, deteksi dini menjadi salah satu langkah yang dianggap penting. Pelajar yang teridentifikasi memiliki masalah ketergantungan dapat diarahkan mendapatkan rehabilitasi sehingga kondisi tersebut tidak berkembang menjadi lebih parah.
Adapun Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di tingkat polres untuk memperkuat koordinasi dalam menangani penyalahgunaan narkotika, obat keras tertentu, serta minuman keras berbahaya.
Baca Juga: Titik Terang Misteri Karumga Febrie Adriansyah: Sutrimo Diduga Menjadi Korban Pembunuhan Berencana
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk merapatkan barisan, langkah pencegahan hingga pengawasan ketat demi memastikan generasi muda di Jabar tumbuh sehat dan produktif," kata Pipit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: