Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Melemahnya nilai tukar rupiah di tengah memanasnya konflik geopolitik Iran dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik terhadap kemungkinan kenaikan harga energi di dalam negeri. Isu harga LPG naik pun ramai diperbincangkan masyarakat, terutama terkait LPG subsidi 3 kilogram yang digunakan jutaan rumah tangga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana perubahan harga LPG subsidi. Ia memastikan kebijakan harga tetap dipertahankan.
“Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap, enggak ada (perubahan),” ujar Laode Sulaeman di Kantor Kementerian ESDM, dikutip dari Antara, Selasa (19/6).
Laode menegaskan pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya memastikan harga BBM dan LPG subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Pemerintah, kata dia, masih menjaga skema subsidi energi meski harga minyak dunia berpotensi mengalami kenaikan.
Baca Juga: SPBU Shell Jual BBM Lagi, Cek Harga dan Lokasinya
“Kan sudah diumumkan Pak Menteri. Sampai akhir tahun (tidak berubah),” kata Laode.
Di tengah tekanan kurs rupiah, pemerintah juga memastikan mekanisme impor LPG dan minyak mentah tetap berjalan normal sesuai sistem yang berlaku. Menurut Laode, kondisi tersebut belum mengganggu proses pasokan energi nasional.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM maupun LPG subsidi hingga akhir 2026.
“Saya janji kepada Bapak Ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP USD 100, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik. Ini baru gerakan kerakyatan,” kata Bahlil dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional di IPB.
Bahlil juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai justru mendorong kenaikan harga energi subsidi di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: LPG 3 Kg Ditambah Jutaan Tabung, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying
“Tapi saya bagian elit, harga tidak naik, disuruh kita naik. Ada apa maksudnya? Kamu pancing. Itu kalau di dunia ilmu aktivis disebut adek, kamu boleh tulis, kakak sudah baca,” ujarnya.
Tak hanya memastikan harga tetap stabil, pemerintah juga mengklaim stok energi nasional dalam kondisi aman. Bahlil mengungkapkan Indonesia telah mengamankan tambahan pasokan minyak mentah dari Rusia guna menjaga kebutuhan energi domestik.
“Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat. Satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita, satu tahun ke depan, Insyaallah sudah selesai,” terang Bahlil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: