- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
PP Presisi Rombak Direksi, Tunjuk Ramlan Nurdiansah Jadi Direktur Keuangan
Kredit Foto: PPRE
PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyegarkan jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 dengan menunjuk Ramlan Nurdiansah sebagai Direktur Keuangan & Human Capital Management. Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tetap dipertahankan.
Keputusan tersebut diambil dalam rangkaian Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, RUPSLB Tahun 2026, dan RUPSLB Independen Tahun 2026 yang digelar perseroan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Berdasarkan hasil RUPSLB, Rizki Dianugrah tetap menjabat sebagai Direktur Utama. Yovi Hendra juga tetap berada dalam jajaran direksi dengan jabatan Direktur Operasi. Adapun Mohammad Arif Iswahyudi tidak lagi masuk dalam susunan direksi dan posisinya digantikan oleh Ramlan Nurdiansah sebagai Direktur Keuangan & Human Capital Management.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan nama. Narwanto tetap menjabat sebagai Komisaris Utama yang sekaligus merangkap Komisaris Independen. Adapun Maulana Malik Ibrahim dan Albert Simangunsongtetap menjabat sebagai Komisaris.
Dengan demikian, susunan pengurus PT PP Presisi Tbk setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Narwanto
Komisaris: Maulana Malik Ibrahim
Komisaris: Albert Simangunsong
Direksi
Direktur Utama: Rizki Dianugrah
Direktur Keuangan & Human Capital Management: Ramlan Nurdiansah
Direktur Operasi: Yovi Hendra
Selain menyetujui perubahan susunan direksi, pemegang saham juga mengesahkan laporan tahunan dan penggunaan laba bersih Perseroan.
Baca Juga: PTPP Raih Kontrak Baru, Bangun RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar
Baca Juga: Prabowo Resmikan RSUD Krui, Rumah Sakit Rp152,99 Miliar Garapan PTPP
Di tengah tantangan industri, PP Presisi membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun pada tahun buku 2025, meningkat sekitar 4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun.
Perseroan juga mempertahankan kondisi keuangan sesuai ketentuan perbankan. Rasio lancar (current ratio) tercatat 1,15 kali, berada di atas batas covenant sebesar 1,1 kali. Sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) berada pada level 0,86 kali, masih di bawah batas covenant.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: