CST Token Perluas Utilitas, Staking hingga Crowdfunding Masuk Roadmap
Kredit Foto: CST Token
CST Token memperluas utilitas ekosistemnya melalui pengembangan layanan staking, platform crowdfunding berbasis blockchain, dan mekanisme token burn di tengah jumlah pasokan (supply) token yang beredar masih di bawah 2% dari total pasokan.
Saat ini, CST Token memiliki total pasokan sebanyak 10 juta token yang diterbitkan menggunakan standar ERC-20 di jaringan Ethereum. Perseroan menyebut jumlah token yang beredar masih berada di bawah 2% dari total pasokan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,74 triliun dan lebih dari 1.000 holder on-chain.
Web3 Lead CST Token, Siti Farikha, mengatakan pengembangan utilitas dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem Web3 dalam jangka panjang.
“Fokus kami adalah membangun utilitas secara bertahap, dimulai dari staking yang telah tersedia, kemudian dilanjutkan dengan crowdfunding dan token burn. Setiap pengembangan dirancang untuk memperkuat partisipasi komunitas dan menciptakan ekosistem yang memiliki nilai guna jangka panjang,” ujar Siti, dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Sebagai utilitas yang telah diluncurkan, platform staking CST menawarkan potensi imbal hasil hingga 15% per tahundengan pilihan periode penguncian selama 3, 6, 9, atau 12 bulan. Perseroan menyatakan fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan partisipasi komunitas sekaligus memperkuat ekosistem.
Tahap berikutnya, CST akan meluncurkan platform crowdfunding berbasis blockchain yang dirancang menggunakan sistem pencairan dana berdasarkan capaian (milestone). Platform tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan mekanisme DAO Governance untuk melibatkan komunitas dalam proses pengambilan keputusan.
Baca Juga: Teknologi AI China Makin Laku Keras, Konsumsi Token LLM Tembus 100 Triliun per Hari
Baca Juga: Kantongi Pendanaan US$11,3 Juta, Floq Perluas Bisnis ke Stablecoin hingga Tokenisasi
Selain itu, CST tengah menyiapkan implementasi token burn sebagai bagian dari strategi pengelolaan pasokan token. Perseroan menyatakan sebagian token akan dibakar berdasarkan aktivitas yang terjadi di dalam ekosistem sehingga membentuk mekanisme yang bersifat deflationary.
Pengembangan crowdfunding dan token burn merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) setelah peluncuran staking. Pada tahap selanjutnya, CST juga menargetkan pengembangan fitur gamification, CST Debit Card, serta ekspansi global guna memperluas adopsi dan utilitas ekosistem.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: