Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadapi Disrupsi Global, Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Daya Saing Bisnis

Hadapi Disrupsi Global, Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Daya Saing Bisnis Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) memperkuat kolaborasi dengan dunia industri untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di tengah percepatan transformasi digital, disrupsi teknologi, dan persaingan bisnis global. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Industry Appreciation Luncheon 2026 yang mempertemukan kalangan akademisi dan pelaku industri guna memperkuat sinergi dalam pengembangan kepemimpinan, riset terapan, serta solusi bisnis.

Dekan SBM ITB, Prof. Aurik Gustomo, mengatakan perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar dan meningkatkan daya saing bisnis.

“Kami memiliki filosofi For the Greater Good. Bersama para pemangku kepentingan, kami ingin menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan dunia usaha, regulasi pemerintah, hingga kesejahteraan masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Aurik, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan dunia usaha saat ini tidak hanya mencakup peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mengelola transformasi organisasi, mempercepat inovasi, serta menghasilkan solusi yang berdampak langsung terhadap produktivitas perusahaan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, SBM ITB mengembangkan berbagai program seperti In-class TrainingStrategic Consulting, dan In-house MBA yang dirancang bersama perusahaan. Selama ini, institusi tersebut telah menjalin kemitraan dengan perusahaan nasional, perusahaan multinasional, BUMN, instansi pemerintah, serta berbagai organisasi lintas sektor.

Sebagai bentuk apresiasi atas investasi perusahaan dalam pengembangan SDM, SBM ITB memberikan penghargaan kategori Master Class kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT PLN (Persero) atas penyelenggaraan program In-house MBA.

Sementara itu, penghargaan Top Class diberikan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Telkom Akses, PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services), PT Pertamina Training & Consulting, serta PT Hutama Karya (Persero) yang secara konsisten mengirimkan karyawannya mengikuti program Magister dan Doktor di SBM ITB.

Adapun kategori Best Continuing Education diberikan kepada Sinar Mas Mining dan Bank Indonesia atas kolaborasi berkelanjutan dalam program pendidikan non-gelar, termasuk Leadership Development Program dan program sertifikasi.

Kolaborasi tersebut juga menghasilkan solusi bisnis yang dapat langsung diterapkan di perusahaan. Alumni program In-house MBA dari PT Freeport Indonesia, Denok Anggraini, mengatakan berbagai persoalan aktual perusahaan dijadikan objek penelitian dalam tesis mahasiswa sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dalam operasional bisnis.

“Pendekatan tersebut menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan strategis perusahaan secara nyata,” katanya.

Hal senada disampaikan Alfa Haga dari PT Hutama Karya yang menilai program MBA berkontribusi meningkatkan kapabilitas para pemimpin perusahaan dalam menghadapi perubahan industri yang semakin dinamis.

Untuk menjawab kebutuhan bisnis masa depan, SBM ITB juga menyiapkan sejumlah program baru, antara lain Aviation Business bekerja sama dengan Airbus serta Institutional Investment Management hasil kolaborasi dengan Stanford University yang direncanakan diluncurkan pada tahun depan.

Selain itu, SBM ITB akan menggelar National Industry Summit bersama Adam Smith Business School, University of Glasgow, pada Agustus mendatang. Forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari transisi energi, sektor keuangan, hingga industri properti sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global.

Saat ini SBM ITB didukung lebih dari 16.000 alumni yang berkiprah di berbagai sektor strategis dan menjalin kemitraan dengan lebih dari 50 universitas global sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan dunia usaha.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri