Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mendukung penuh pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dukungan ini disampaikan usai menerima laporan dari Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.
"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Sudah ke sini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya pikir cukup signifikan," ungkap Purbaya kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Meksi demikian, Bendahara Negara itu mengaku tidak puas dengan angka penghematan yang disampaikan kepala BGN sebelumnya. Karena menurut Purbaya, mestinya pemangkasan anggaran tersebut bisa jauh lebih besar dari apa disampaikan.
"Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi," ungkap dia.
Ia menegaskan bahwa usulan pemangkasan anggaran berasal dari Kepala BGN, bukan dari Kementerian Keuangan. Menurut Purbaya, Kepala BGN juga berencana melaporkan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Tapi nanti akan signifikan lah pemotongannya. Tapi bukan saya yang usul ya. Kepala BGN-nya sendiri. Kepala BGN katanya akan lapor ke Pak Prabowo. Saya nggak tahu hasilnya seperti apa," katanya.
Purbaya menilai langkah evaluasi dan efisiensi ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
"Fakta bahwa kepala yang sebelumnya masuk, itu kan artinya Pak Prabowo serius memperbaiki tata kelola dan efisiensi MBG serta efisiensi penggunaan anggaran. Jadi nggak main-main," ucapnya.
Saat disinggung mengenai kemungkinan anggaran program yang semula mencapai sekitar Rp330 triliun hingga Rp335 triliun per tahun dipangkas menjadi sekitar Rp268 triliun, Purbaya mengisyaratkan angkanya bahkan akan lebih rendah.
Baca Juga: Negara Tahu MBG Bermasalah Sejak Awal, Tapi Prabowo Tak Pernah Minta Maaf
"Nanti akan di bawah itu. Tapi untuk detail nanti biar Kepala BGN yang melaporkan," ujarnya.
Meski anggaran dipangkas, Purbaya memastikan kualitas makanan bagi para penerima manfaat tidak akan dikurangi.
"Tidak, tetap. Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Yang jelas SDM-nya diperbaiki. Mungkin kalau nggak salah mereka akan meng-hire lebih banyak ahli gizi di situ," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: