Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Klaim Trump Kembali Ingkari Perjanjian Damai: Kami Akan Buat Amerika Menyesal

Iran Klaim Trump Kembali Ingkari Perjanjian Damai: Kami Akan Buat Amerika Menyesal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas usai adanya serangan menuju wilayah dari Teheran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diklaim telah mengingkari komitmen gencatan senjata.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi mengecam serangan baru-baru ini yang dilakukan oleh AS. Menurutnya, serangan tersebut merupakan bukti bahwa musuh tidak memiliki komitmen terhadap jalur diplomasi maupun kesepahaman mengenai gencatan senjata.

Baca Juga: Tanpa Roy Suryo, Dokter Tifa Sendirian Jalani Sidang Kasus Ijazah Jokowi

"Amerika Serikat sekali lagi menyerang Iran di tengah berlangsungnya perundingan," kata Azizi, dikutip Sabtu (27/6).

Ia juga menyindir Trump dengan menyatakan bahwa pemimpin Amerika tersebut gagal menghormati prinsip-prinsip negosiasi.

"Presiden Amerika yang gagal telah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip perundingan maupun gencatan senjata," ujarnya.

Azizi menilai tindakan Amerika merupakan pelanggaran yang ceroboh terhadap kesepakatan damai dan memperingatkan bahwa konsekuensinya akan kembali merugikan Washington.

"Pelanggaran sembrono terhadap gencatan senjata ini, seperti yang sudah-sudah, akan berujung pada kemunduran dan penyesalan bagi Amerika Serikat," tegasnya.

Ia juga menolak tudingan yang selama ini diarahkan kepada Iran sebagai pemicu eskalasi konflik.

"Permainan saling menyalahkan sudah tidak lagi berhasil," tambahnya.

Pernyataan Azizi muncul hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa angkatan lautnya telah menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan sebagai balasan atas serangan udara AS ke wilayah selatan Iran.

IRGC menuduh Washington telah melanggar komitmen yang berkaitan dengan gencatan senjata melalui serangan terhadap kawasan pesisir Iran.

Sebagai respons, IRGC menyatakan telah mengarahkan serangan ke sejumlah posisi militer Amerika di kawasan dan memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan tindakan yang lebih luas dan lebih kuat.

Selain itu, IRGC menegaskan bahwa pengaturan keamanan pelayaran di Selat Hormuz merupakan bagian dari kesepahaman yang telah dicapai bersama Iran. Mereka menuding Amerika Serikat berupaya melanggar komitmen tersebut melalui berbagai tindakan yang disebut sebagai provokasi.

Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyerang fasilitas rudal, gudang drone dan radar Iran. Washington mengklaim operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Diberi Waktu Dua Pekan, Pemerintah Klaim Jurus Baru MBG Bisa Hemat Anggaran Minimal Rp40 Triliun

Hingga kini, kedua negara masih saling melontarkan tuduhan mengenai pihak yang lebih dahulu melanggar kesepakatan gencatan senjata, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: