Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Lagi Terbesar di ASEAN, BEI Incar Posisi 10 Besar Dunia

Bukan Lagi Terbesar di ASEAN, BEI Incar Posisi 10 Besar Dunia Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa saham Singapura telah mengambil alih posisi Indonesia sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kapitalisasi pasar. Mengacu pada data Bloomberg per 21 Mei 2026 lalu, kapitalisasi pasar Bursa Singapura mencapai US$645 miliar.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut lebih dari 30% dibandingkan posisi puncaknya pada Januari menjadi sekitar US$618 miliar.

Merespons itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan fokus pengembangan pasar modal nasional hingga 2030 tidak lagi sebatas mengejar posisi sebagai bursa terbesar di kawasan ASEAN. 

Sebaliknya, kata Jeffrey, BEI memasang target yang lebih ambisius, yakni membawa pasar modal Indonesia masuk dalam jajaran 10 bursa terbesar di dunia.

"Kalau kita melihat target kita tadi, kita tidak lagi bicara ASEAN. Kita bicara bagaimana Indonesia ada di 10 besar dunia," ujar Jeffrey di BEI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Untuk mencapai target tersebut, BEI akan terus memperdalam pasar modal dari sisi penawaran maupun permintaan. Di sisi penawaran, BEI akan mendorong semakin banyak perusahaan, khususnya yang memiliki kapitalisasi pasar besar, untuk mencatatkan sahamnya di Bursa.

Baca Juga: BEI Targetkan Lebih dari 1.100 Perusahaan IPO hingga 2030

Baca Juga: BEI Catat 26 Perusahaan IPO Sepanjang 2025, Total Dana Dihimpun hingga Rp18,1 Triliun

"Bagaimana ke depan akan lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi besar dan dalam jumlah yang cukup dan memadai itu ada di bursa kita," katanya.

Menurut Jeffrey, bertambahnya emiten berkapitalisasi besar akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kapitalisasi pasar. Di saat yang sama, peningkatan jumlah investor juga akan terus diakselerasi agar likuiditas dan kedalaman pasar semakin kuat.

"Ya sehingga kapitalisasi pasar tumbuh, investor tumbuh, dan pasar kita akan bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia," pungkas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra